JK: Korupsi di perbankan, kejahatan paling besar
Kamis, 06 Desember 2012 - 15:42 WIB
JK: Korupsi di perbankan, kejahatan paling besar
A
A
A
Sindonews.com - Mantan Wakil Presiden M Jusuf Kalla (JK) menilai, korupsi merupakan bagian kejahatan perbankan. Pasalnya, kejahatan perbankan memberikan kerusakan paling besar dibanding kejahatan lainnya.
Kalla mencontohkan saat terjadi skandal Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) pada 1998, ratusan triliun keluar tanpa tahu kemana larinya, sedangkan nilai yang diselewengkan sangat besar.
"Korupsi APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) misalnya, itu perlu ada proyek dan bekerja dulu, sedangkan perbankan hanya perlu surat," kata Jusuf Kalla, usai menghadiri Seminar dan Peluncuran Buku terkait Skandal Century di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, Kamis (6/12/2012).
Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) ini menjelaskan, di beberapa negara dengan kondisi ekonomi yang sudah mapan seperti Amerika Serikat (AS) juga limbung saat dihantam dahsyatnya kejahatan perbankan.
Karena itu, dia menegaskan hal tersebut, karena penyebabnya adalah korupsi yang diikuti kejahatan perbankan. Hal ini terkait dengan kasus mega skandal Bank Century.
"Itulah, kenapa perlindungan bank (bailout) saya tolak. Saya katakan kalau Bapak (SBY) setuju ya sudah, tapi saya katakan sebagai Ketua Golkar saat itu, saya tidak setuju. Karena secara de jure itu sudah salah," pungkasnya.
Kalla mencontohkan saat terjadi skandal Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) pada 1998, ratusan triliun keluar tanpa tahu kemana larinya, sedangkan nilai yang diselewengkan sangat besar.
"Korupsi APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) misalnya, itu perlu ada proyek dan bekerja dulu, sedangkan perbankan hanya perlu surat," kata Jusuf Kalla, usai menghadiri Seminar dan Peluncuran Buku terkait Skandal Century di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, Kamis (6/12/2012).
Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) ini menjelaskan, di beberapa negara dengan kondisi ekonomi yang sudah mapan seperti Amerika Serikat (AS) juga limbung saat dihantam dahsyatnya kejahatan perbankan.
Karena itu, dia menegaskan hal tersebut, karena penyebabnya adalah korupsi yang diikuti kejahatan perbankan. Hal ini terkait dengan kasus mega skandal Bank Century.
"Itulah, kenapa perlindungan bank (bailout) saya tolak. Saya katakan kalau Bapak (SBY) setuju ya sudah, tapi saya katakan sebagai Ketua Golkar saat itu, saya tidak setuju. Karena secara de jure itu sudah salah," pungkasnya.
(maf)