Mahfud: Silakan ditafsirkan sendiri
Selasa, 04 Desember 2012 - 18:01 WIB
Mahfud: Silakan ditafsirkan sendiri
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD dipastikan tidak akan memperpanjang masa jabatannya setelah habis pada 1 April 2013 mendatang. Bahkan, spekulasipun muncul, kalau mundurnya Mahfud disinyaliar mempersiapkan diri untuk ikut berkompetisi pada Pilpres 2014.
Menanggapi hal itu, mantan anggota Komisi III DPR itu, tidak mempermasalahkan wacana itu. Karena, keputusan dirinya tidak lagi maju sebagai ketua MK bebas untuk ditafsirkan, termasuk ditarik keranah politik.
"Ya terserah yang menafsirkan saja lah. Kalau bilang tidak nanti dibilang pura-pura, kalau bilang iya ko enggak tahu diri juga. Jadi ini arena yang bebas untuk ditafsirkan apapun," ujar Mahfud di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (4/12/2012).
Mantan Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengaku, akan menjawab secara resmi setelah tidak lagi menjabat hakim MK.
"Bisa ditafsirkan sendiri, nanti cocok eggak dengan keputusan saya," ujar mantan Menteri Pertahan diera pemerintah Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu.
Mahfud menyadari kalau politik selalu dinamis, menurutnya, opini politik tidak selalu sama dengan fakta dilapangan.
Jika sudah terjadi pemilihan terus proses pencalonan itu fakta politik. Namun, yang terjadi saat ini hanya opini politik yang tengah berkembang. "Kalau opini politik kan biasanya hanya lempar bola saja," pungkasnya.
Menanggapi hal itu, mantan anggota Komisi III DPR itu, tidak mempermasalahkan wacana itu. Karena, keputusan dirinya tidak lagi maju sebagai ketua MK bebas untuk ditafsirkan, termasuk ditarik keranah politik.
"Ya terserah yang menafsirkan saja lah. Kalau bilang tidak nanti dibilang pura-pura, kalau bilang iya ko enggak tahu diri juga. Jadi ini arena yang bebas untuk ditafsirkan apapun," ujar Mahfud di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (4/12/2012).
Mantan Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengaku, akan menjawab secara resmi setelah tidak lagi menjabat hakim MK.
"Bisa ditafsirkan sendiri, nanti cocok eggak dengan keputusan saya," ujar mantan Menteri Pertahan diera pemerintah Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu.
Mahfud menyadari kalau politik selalu dinamis, menurutnya, opini politik tidak selalu sama dengan fakta dilapangan.
Jika sudah terjadi pemilihan terus proses pencalonan itu fakta politik. Namun, yang terjadi saat ini hanya opini politik yang tengah berkembang. "Kalau opini politik kan biasanya hanya lempar bola saja," pungkasnya.
(mhd)