MK tak boleh identik dengan 1 tokoh
Selasa, 04 Desember 2012 - 17:26 WIB
MK tak boleh identik dengan 1 tokoh
A
A
A
Sindonews.com - Mahkamah Konstitusi (MK) tidak boleh hanya identik dengan satu tokoh. Tapi, harus kuat secara institusional. Kalau hanya berpatokan terhadap satu orang tokoh tidak bagus untuk mengawal MK.
"Saya sendiri sudah merasa sangat puas memimpin MK. Dan akhir-akhir ini saya juga kurang sehat, dan MK akhir-akhir ini dianggap identik dengan saya itu tidak bagus," kata Ketua MK Mahfud di DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (4/12/2012).
Pada kepemimpinan Jimly Asshiddiqie, sambung Mahfud, dirinya juga keras mengkritik lantaran kepemimpinan MK waktu itu sudah identik dengan sosok Jimly.
"Dulu saya mengkritik Pak Jimly, karena MK hebat identik dengan Pak Jimly. Sekarang tidak boleh dikaitkan dengan saya," ujarnya.
Mahfud yang juga mantan Anggota Komisi III dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) meyakini DPR bisa memilih sosok terbaik untuk menggantikan posisinya sebagai ketua MK. Bahkan Mahfud menyanjung DPR, pasalnya, setiap hakim MK yang dipilihan DPR cukup bagus.
"Faktanya hakim MK yang bagus-bagus dipilih DPR loh. Pak Jimly pilihan DPR, saya juga pilihan DPR dan MK yang hampir tidak punya kontroversi kasus itu dari DPR juga," pungkasnya.
"Saya sendiri sudah merasa sangat puas memimpin MK. Dan akhir-akhir ini saya juga kurang sehat, dan MK akhir-akhir ini dianggap identik dengan saya itu tidak bagus," kata Ketua MK Mahfud di DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (4/12/2012).
Pada kepemimpinan Jimly Asshiddiqie, sambung Mahfud, dirinya juga keras mengkritik lantaran kepemimpinan MK waktu itu sudah identik dengan sosok Jimly.
"Dulu saya mengkritik Pak Jimly, karena MK hebat identik dengan Pak Jimly. Sekarang tidak boleh dikaitkan dengan saya," ujarnya.
Mahfud yang juga mantan Anggota Komisi III dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) meyakini DPR bisa memilih sosok terbaik untuk menggantikan posisinya sebagai ketua MK. Bahkan Mahfud menyanjung DPR, pasalnya, setiap hakim MK yang dipilihan DPR cukup bagus.
"Faktanya hakim MK yang bagus-bagus dipilih DPR loh. Pak Jimly pilihan DPR, saya juga pilihan DPR dan MK yang hampir tidak punya kontroversi kasus itu dari DPR juga," pungkasnya.
(mhd)