Gerindra: Hasil survei LSI bias!
Sabtu, 01 Desember 2012 - 15:59 WIB
Gerindra: Hasil survei LSI bias!
A
A
A
Sindonews.com - Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) menilai hasil survei yang dikeluarkan Lembaga Survei Indonesia (LSI) terkait nama-nama tokoh yang laik maju dalam ajang pemilihan presiden (Pilpres) 2014 mendatang, bias.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani menilai, bias itu karena tidak jelas siapa responden yang dijadikan penelitian tersebut oleh LSI.
"Hasil survei LSI menurut saya berbeda dengan survei lain, survei ini agak bias. Apa yang bias itu ialah objek atau orang yang di survei. Dia (LSI) bilang elite opinion leader, oponion leader siapa?," kata Ahmad usai mengikuti pelantikan Ketua Kristen Indonesia Raya (Kira) di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (1/12/2012).
Dia menambahkan, untuk mencantumkan seseorang dalam kategori opinion leader tidak dijelaskan kriteria bagaimana yang dimaksud untuk seorang opinion leader. Tak hanya itu, dirinya juga mengatakan jumlah opinion leader yang digunakan tidak jelas.
"Jumlahnya berapa, siapa dan kriteria apa, ini yang saya maksud bias," katanya lagi.
Faktor lain yang menurut dirinya membuat survei tersebut bias, karena dia menilai adanya dukungan hasil kepada salah satu calon presiden dan berupaya menghilangkan calon lain.
"Ini tendensius sangat partisan. Seperti mengarah dukungan namun menghilangkan tertentu," tukasnya.
Dirinya pun menyarankan ketimbang menggunakan opinion untuk melakukan survei, sebaiknya diganti dengan masyarakat Indonesia umumnya.
"Lebih bagus ketua RT. Berapa jumlahnya kan kelihatan, tapi kalau opinion leader siapa, elit siapa. Berapa pun hasil survei belum menentukan hasil konkret karena jumlahnya tidak jelas," katanya lagi.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani menilai, bias itu karena tidak jelas siapa responden yang dijadikan penelitian tersebut oleh LSI.
"Hasil survei LSI menurut saya berbeda dengan survei lain, survei ini agak bias. Apa yang bias itu ialah objek atau orang yang di survei. Dia (LSI) bilang elite opinion leader, oponion leader siapa?," kata Ahmad usai mengikuti pelantikan Ketua Kristen Indonesia Raya (Kira) di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (1/12/2012).
Dia menambahkan, untuk mencantumkan seseorang dalam kategori opinion leader tidak dijelaskan kriteria bagaimana yang dimaksud untuk seorang opinion leader. Tak hanya itu, dirinya juga mengatakan jumlah opinion leader yang digunakan tidak jelas.
"Jumlahnya berapa, siapa dan kriteria apa, ini yang saya maksud bias," katanya lagi.
Faktor lain yang menurut dirinya membuat survei tersebut bias, karena dia menilai adanya dukungan hasil kepada salah satu calon presiden dan berupaya menghilangkan calon lain.
"Ini tendensius sangat partisan. Seperti mengarah dukungan namun menghilangkan tertentu," tukasnya.
Dirinya pun menyarankan ketimbang menggunakan opinion untuk melakukan survei, sebaiknya diganti dengan masyarakat Indonesia umumnya.
"Lebih bagus ketua RT. Berapa jumlahnya kan kelihatan, tapi kalau opinion leader siapa, elit siapa. Berapa pun hasil survei belum menentukan hasil konkret karena jumlahnya tidak jelas," katanya lagi.
(rsa)