Prabowo: Tata kelola buruk, BBM langka
Sabtu, 01 Desember 2012 - 15:15 WIB
Prabowo: Tata kelola buruk, BBM langka
A
A
A
Sindonews.com - Menanggapi langkanya bahan bakar minyak (BBM) di berbagai daerah, Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto menilai tata kelola BBM di Indonesia masih belum tertib.
Hal itu disampaikannya usai mengikuti pelantikan Ketua Kristen Indonesia Raya (Kira) di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
"Bahan bakar kita langka itu karena tata kelola yang tidak tertib, sehingga menimbulkan kelangkaan bahan bakar di masyarakat. Jika tata kelola kita baik, maka tidak akan ada masalah pada bahan bakar kita," jelasnya kepada wartawan, Sabtu (1/12/2012).
Mantan purnawirawan TNI itu juga menjelaskan ketersedian bahan bakar di Indonesia juga terus berkurang sehingga mengakibatkan kelangkaan di berbagai daerah.
"Karena BBM kita berkurang, produksi kurang, tata kelola itu tadi belum tertib, saya kira kalau kita tertibkan tata kelola maka tidak akan ada masalah," katanya lagi.
Oleh karenanya, dia menyarankan agar tata kelola bahan bakar di tanah air diperbaiki sehingga tidak ada lagi masalah kelangkaan di Indonesia.
Hal itu disampaikannya usai mengikuti pelantikan Ketua Kristen Indonesia Raya (Kira) di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
"Bahan bakar kita langka itu karena tata kelola yang tidak tertib, sehingga menimbulkan kelangkaan bahan bakar di masyarakat. Jika tata kelola kita baik, maka tidak akan ada masalah pada bahan bakar kita," jelasnya kepada wartawan, Sabtu (1/12/2012).
Mantan purnawirawan TNI itu juga menjelaskan ketersedian bahan bakar di Indonesia juga terus berkurang sehingga mengakibatkan kelangkaan di berbagai daerah.
"Karena BBM kita berkurang, produksi kurang, tata kelola itu tadi belum tertib, saya kira kalau kita tertibkan tata kelola maka tidak akan ada masalah," katanya lagi.
Oleh karenanya, dia menyarankan agar tata kelola bahan bakar di tanah air diperbaiki sehingga tidak ada lagi masalah kelangkaan di Indonesia.
(rsa)