SBY: Menteri fokus kerja, Pemilu 2014 entar dulu
Jum'at, 30 November 2012 - 17:11 WIB
SBY: Menteri fokus kerja, Pemilu 2014 entar dulu
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta dengan tegas ketua umum partai politik (Parpol) yang berada di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II, agar menjalankan tugasnya dan tidak terpengaruh oleh suhu politik jelang Pemilu 2014.
Tidak hanya kepada para menteri, SBY mengingatkan hal tersebut kepada seluruh Gubernur, Bupati, Wali Kota yang juga kembali maju dalam Pemilukada.
"Ketika harus jalankan misi politik 2014 mendatang, laksanakan sesuai dengan ketentuan UU yang berlaku. Pegang teguh etika politik dan norma batas kepatutan. Tetap mengutamakan tugas dan tanggung jawab saudara dan kita sebagai pejabat pemerintah," kata Presiden SBY saat memberikan pengarahan kepada Gubernur, Bupati/Wali Kota, Kapolda, Kepolres, Panglima Kodam, dan Komandan Korem seluruh Indonesia di Hotel Sahid Jakarta, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (30/11/2012).
Menurut SBY, sebagai pemimpin sudah sepantasnya memegang teguh tanggung jawab secara penuh. Kalau perlu tidak tidur seminggu jika masalah yang dihadapi sulit.
"Kalau ibaratnya kita tidak tidur selama satu minggu karena ada masalah, mari kita lakukan, kita dipilih rakyat untuk itu. Para menteri saya angkat juga untuk itu. Saya berharap semua ambil tanggung jawab penuh, bukan beban, tapi amanah," tegasnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, kepada kepala daerah dan aparat kepolisian, terkait persoalan buruh dan sengketa, lahan agar tidak dibiarkan berlarut-larut.
"Atasi dan susun aturan baru yang tepat. Kalau masalah itu bertabrakan aturan, segera susun aturan yang tidak bertabrakan. Tidak sesuai Perda, ubah Perda itu. Konlfik Perda dan aturan nasional ya lakukan perubahan. Hulu perbaiki dulu," ucapnya.
SBY juga meminta kepada para menteri dan kepala daerah untuk tak mudah mengeluh atas banyaknya persoalan yang terjadi.
"Setiap masalah akan selalu datang dan pergi. Tidak perlu mengeluh. Mulai dari saya, Wapres (Wakil Presiden), pastikan sampai kepala desa melakuan hal yang sama," pungkasnya.
Tidak hanya kepada para menteri, SBY mengingatkan hal tersebut kepada seluruh Gubernur, Bupati, Wali Kota yang juga kembali maju dalam Pemilukada.
"Ketika harus jalankan misi politik 2014 mendatang, laksanakan sesuai dengan ketentuan UU yang berlaku. Pegang teguh etika politik dan norma batas kepatutan. Tetap mengutamakan tugas dan tanggung jawab saudara dan kita sebagai pejabat pemerintah," kata Presiden SBY saat memberikan pengarahan kepada Gubernur, Bupati/Wali Kota, Kapolda, Kepolres, Panglima Kodam, dan Komandan Korem seluruh Indonesia di Hotel Sahid Jakarta, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (30/11/2012).
Menurut SBY, sebagai pemimpin sudah sepantasnya memegang teguh tanggung jawab secara penuh. Kalau perlu tidak tidur seminggu jika masalah yang dihadapi sulit.
"Kalau ibaratnya kita tidak tidur selama satu minggu karena ada masalah, mari kita lakukan, kita dipilih rakyat untuk itu. Para menteri saya angkat juga untuk itu. Saya berharap semua ambil tanggung jawab penuh, bukan beban, tapi amanah," tegasnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, kepada kepala daerah dan aparat kepolisian, terkait persoalan buruh dan sengketa, lahan agar tidak dibiarkan berlarut-larut.
"Atasi dan susun aturan baru yang tepat. Kalau masalah itu bertabrakan aturan, segera susun aturan yang tidak bertabrakan. Tidak sesuai Perda, ubah Perda itu. Konlfik Perda dan aturan nasional ya lakukan perubahan. Hulu perbaiki dulu," ucapnya.
SBY juga meminta kepada para menteri dan kepala daerah untuk tak mudah mengeluh atas banyaknya persoalan yang terjadi.
"Setiap masalah akan selalu datang dan pergi. Tidak perlu mengeluh. Mulai dari saya, Wapres (Wakil Presiden), pastikan sampai kepala desa melakuan hal yang sama," pungkasnya.
(maf)