Pilpres, Ical terganjal Lapindo & kesukuan
Jum'at, 30 November 2012 - 09:01 WIB
Pilpres, Ical terganjal Lapindo & kesukuan
A
A
A
Sindonews.com - Pengamat Politik Zulfikar Ghazali menilai, kans Aburizal Bakrie (Ical) untuk maju ke bursa Pemilu Presiden 2014 bakal menemui banyak kendala.
Kendala utama lebih banyak datang dari kasus lumpur Lapindo. Faktor ini pulalah yang menyebabkan Ical tak mampu menggenjot angka elektabilitasnya. Berdasarkan survei, diapun akhirnya selalu berada di urutan bawah.
"Saya rasa sudah sulit untuk Ical nyapres. Banyak masalah yang harus dia hadapi. Salah satunya kan lumpur Lapindo yang dia bilang enggak mampu bayar. Masih banyak lagi masalah dia," tutur Zulfikar kepada Sindonews, Jumat (30/11/2012)
Menurut Zulfikar, peluang Partai Golkar untuk berkoalisi sesungguhnya masih besar walaupun kemungkinan kans Ical menjadi presiden sudah tertutup.
"Golkar masih bisa berkoalisi, menekan agar suara menjadi besar. Ical pun bisa besar walaupun tidak usah jadi presiden, buktinya selama ini dia bisa jadi Ketua Umum," imbuhnya.
Penghambat lain, soal kesukuan. Kesukuan masih menjadi faktor terkuat dalam survei.
"Orang itu yang paling penting adalah orang Jawa. Syarat menang survei kan kebanyakan orang Jawa, seperti Mahfud. Kalau Ical itu kan Sumatera," pungkasnya.
Kendala utama lebih banyak datang dari kasus lumpur Lapindo. Faktor ini pulalah yang menyebabkan Ical tak mampu menggenjot angka elektabilitasnya. Berdasarkan survei, diapun akhirnya selalu berada di urutan bawah.
"Saya rasa sudah sulit untuk Ical nyapres. Banyak masalah yang harus dia hadapi. Salah satunya kan lumpur Lapindo yang dia bilang enggak mampu bayar. Masih banyak lagi masalah dia," tutur Zulfikar kepada Sindonews, Jumat (30/11/2012)
Menurut Zulfikar, peluang Partai Golkar untuk berkoalisi sesungguhnya masih besar walaupun kemungkinan kans Ical menjadi presiden sudah tertutup.
"Golkar masih bisa berkoalisi, menekan agar suara menjadi besar. Ical pun bisa besar walaupun tidak usah jadi presiden, buktinya selama ini dia bisa jadi Ketua Umum," imbuhnya.
Penghambat lain, soal kesukuan. Kesukuan masih menjadi faktor terkuat dalam survei.
"Orang itu yang paling penting adalah orang Jawa. Syarat menang survei kan kebanyakan orang Jawa, seperti Mahfud. Kalau Ical itu kan Sumatera," pungkasnya.
(lns)