Mahfud MD senang dihargai orang pintar
Kamis, 29 November 2012 - 15:27 WIB
Mahfud MD senang dihargai orang pintar
A
A
A
Sindonews.com - Berdasarkan survei, Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang menobatkan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menjadi tokoh paling potensial sebagai calon presiden 2014.
Menanggapi hasil survei tersebut, Mahfud mengaku senang, karena dirinya merasa dihargai.
"Senang tentu saja, ternyata saya dihargai oleh orang-orang pintar. Tapi senang itu tidak harus diartikan ingin, saya tahu diri. Sambil mengalisis saya harus kemana, ya itu nanti," kata Mahfud saat ditemui di MNC Plaza Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (29/11/2012).
Mantan anggota Komisi III DPR itu mengatakan, saat ini masih memantau peluangnya untuk maju sebagai calon presiden (Capres) atau calon wakil presiden (Cawapres) 2014 mendatang.
Selagi memantau peluangnya, dan dibarengi masa pensiunnya dari MK 1 April 2013 mendatang, Mahfud akan kembali ke kampus. "Sudah pasti mengajar, karena sudah banyak tawaran," kata Mahfud.
Saat ditanya alasan tak mau memperpanjang masa jabatan sebagai Ketua MK, Mahfud mengatakan, dirinya memegang filsafat saat tengah enak menjabat, maka sebaiknya mundur agar tak sewenang-wenang dalam menjabat.
"Enak jadi ketua MK, tetapi saya ikut filsafat kalau sedang senang berhenti agar tidak sewenang-wenang," ucapnya.
Menanggapi hasil survei tersebut, Mahfud mengaku senang, karena dirinya merasa dihargai.
"Senang tentu saja, ternyata saya dihargai oleh orang-orang pintar. Tapi senang itu tidak harus diartikan ingin, saya tahu diri. Sambil mengalisis saya harus kemana, ya itu nanti," kata Mahfud saat ditemui di MNC Plaza Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (29/11/2012).
Mantan anggota Komisi III DPR itu mengatakan, saat ini masih memantau peluangnya untuk maju sebagai calon presiden (Capres) atau calon wakil presiden (Cawapres) 2014 mendatang.
Selagi memantau peluangnya, dan dibarengi masa pensiunnya dari MK 1 April 2013 mendatang, Mahfud akan kembali ke kampus. "Sudah pasti mengajar, karena sudah banyak tawaran," kata Mahfud.
Saat ditanya alasan tak mau memperpanjang masa jabatan sebagai Ketua MK, Mahfud mengatakan, dirinya memegang filsafat saat tengah enak menjabat, maka sebaiknya mundur agar tak sewenang-wenang dalam menjabat.
"Enak jadi ketua MK, tetapi saya ikut filsafat kalau sedang senang berhenti agar tidak sewenang-wenang," ucapnya.
(mhd)