Kunker Baleg DPR ke Berlin salah alamat
Senin, 26 November 2012 - 18:44 WIB
Kunker Baleg DPR ke Berlin salah alamat
A
A
A
Sindonews.com - Kunjungan sejumlah anggota Badan Legislasi (Baleg) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ke The Germany For Institute for Standardization/Deutsches Institut für Nörmung (DIN), 19 November 2012 terkait rencana pembuatan Rancangan Undang-undang (RUU) Keinsinyuran dinilai salah alamat.
Pasalnya, lembaga DIN tugasnya mengurusi standarisasi produk. Selain itu DIN juga bukan lembaga negara atau pemerintahan.
"Bisa dikatakan kunjungan ke DIN itu tidak berhubungan langsung dengan RUU Keinsinyuran, karena DIN tidak mengatur profesi atau individu dari insinyur itu sendiri, melainkan menstandarkan produk dan proses dari berbagai bidang keteknikan di Jerman," tulis Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) dalam rilisnya yang beredar di jejaring sosial Youtube, 19 November 2012.
Dalam pertemuan itu masalah yang didiskusikan anggota DPR juga tergolong umum, tidak menyentuh secara spesifik mengenai keinsinyran. Misalnya aktivitas DIN di Jerman dan Eropa serta sejarah terbentuknya DIN.
Ada juga anggata DPR yang menanyakan prosedur kerja di DIN, dan hubungan dengan kebijakan pemerintah Jerman terutama di bidang sains dan teknologi.
Selain merilis hasil pantauannya, PPI yang sempat diberikan kesempatan mengikuti anggota Baleg DPR juga merekam seluruh kegiatan melalui rekaman video.
Rekaman yang diunggah di Youtube itu menayangkan kedatangan anggota DPR bersama KBRI Jerman menggunakan bus di Kantor DIN.
Mereka tiba pukul 10.00 waktu setempat. Awalnya ada sembilan orang anggota DPR yang hadir didampingi pihak KBRI Berlin. Berkat lobi ke pihak DIN, beberapa orang perwakilan mahasiswa diperbolehkan masuk dan ikut mendengarkan diskusi tersebut.
Selama pertemuan berlangsung anggota dewan terlihat kurang menguasai Bahasa Inggris. Di tengah rapat berlangsung, mereka tiba-tiba minta penerjemah kepada pihak KBRI.
Tak lama kemudian, sekitar pukul 11.45 dua anggota dewan pria dan wanita datang menyusul. Kedua anggota dewan ini rupanya terlambat, karena pukul 12.00 rapat sudah selesai.
Satu anggota dewan pria tidak sempat masuk ke ruangan rapat, dia hanya meletakan koper kemudian menikmati rokoknya di depan kantor DIN.
Seperti diketahui, sejak Youtube itu diunggah, kegiatan Baleg DPR inipun menuai banyak kritikan dari berbagai pihak.
Pasalnya, lembaga DIN tugasnya mengurusi standarisasi produk. Selain itu DIN juga bukan lembaga negara atau pemerintahan.
"Bisa dikatakan kunjungan ke DIN itu tidak berhubungan langsung dengan RUU Keinsinyuran, karena DIN tidak mengatur profesi atau individu dari insinyur itu sendiri, melainkan menstandarkan produk dan proses dari berbagai bidang keteknikan di Jerman," tulis Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) dalam rilisnya yang beredar di jejaring sosial Youtube, 19 November 2012.
Dalam pertemuan itu masalah yang didiskusikan anggota DPR juga tergolong umum, tidak menyentuh secara spesifik mengenai keinsinyran. Misalnya aktivitas DIN di Jerman dan Eropa serta sejarah terbentuknya DIN.
Ada juga anggata DPR yang menanyakan prosedur kerja di DIN, dan hubungan dengan kebijakan pemerintah Jerman terutama di bidang sains dan teknologi.
Selain merilis hasil pantauannya, PPI yang sempat diberikan kesempatan mengikuti anggota Baleg DPR juga merekam seluruh kegiatan melalui rekaman video.
Rekaman yang diunggah di Youtube itu menayangkan kedatangan anggota DPR bersama KBRI Jerman menggunakan bus di Kantor DIN.
Mereka tiba pukul 10.00 waktu setempat. Awalnya ada sembilan orang anggota DPR yang hadir didampingi pihak KBRI Berlin. Berkat lobi ke pihak DIN, beberapa orang perwakilan mahasiswa diperbolehkan masuk dan ikut mendengarkan diskusi tersebut.
Selama pertemuan berlangsung anggota dewan terlihat kurang menguasai Bahasa Inggris. Di tengah rapat berlangsung, mereka tiba-tiba minta penerjemah kepada pihak KBRI.
Tak lama kemudian, sekitar pukul 11.45 dua anggota dewan pria dan wanita datang menyusul. Kedua anggota dewan ini rupanya terlambat, karena pukul 12.00 rapat sudah selesai.
Satu anggota dewan pria tidak sempat masuk ke ruangan rapat, dia hanya meletakan koper kemudian menikmati rokoknya di depan kantor DIN.
Seperti diketahui, sejak Youtube itu diunggah, kegiatan Baleg DPR inipun menuai banyak kritikan dari berbagai pihak.
(lns)