KPK gelar pertemuan 38 lembaga anti korupsi dunia
Senin, 26 November 2012 - 10:30 WIB
KPK gelar pertemuan 38 lembaga anti korupsi dunia
A
A
A
Sindonews.com - Dalam rangka memperingati hari anti korupsi internasional, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini menggelar konferensi 'Principles for Anti Corrption Agencies' bersama 38 negara yang memiliki lembaga anti korupsi. Acara itu digelar di hotel JW Marriot.
Ketua KPK Abraham Samad hadir pada konferensi tersebut. Tampil sebagai keynote speakernya Ketua DPR RI Marzuki Ali dan pihak dari United Nation Development Program (UNDP) sebagai United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) Corruption and Economic Crime Branch, Vienna Ms Candice Welsch.
Dalam sambutannya, Abraham Samad mengatakan, konferensi itu digelar atas ide KPK dan pihak UNDP sebagai untuk mengumpulkan para pimpinan dan tokoh antikorupsi. Dalam pertemuan itu akan digalang dan didiskusikan bagaimana upaya memberantas korupsi.
“Isu utama yang digagas yakni independensi, eksistensi lembaga-lembaga antikorupsi di dunia. Negara di berbagai belahan dunia dipanggil untuk lebih serius memerangi pencegahan korupsi. Korupsi merupakan pelanggaran hukum, oleh karena itu butuh penegakan hukum dan instrumen hukum," kata Abraham di Hotel JW Marriot, Jakarta, Senin (26/11/2012).
Ketua KPK Abraham Samad hadir pada konferensi tersebut. Tampil sebagai keynote speakernya Ketua DPR RI Marzuki Ali dan pihak dari United Nation Development Program (UNDP) sebagai United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) Corruption and Economic Crime Branch, Vienna Ms Candice Welsch.
Dalam sambutannya, Abraham Samad mengatakan, konferensi itu digelar atas ide KPK dan pihak UNDP sebagai untuk mengumpulkan para pimpinan dan tokoh antikorupsi. Dalam pertemuan itu akan digalang dan didiskusikan bagaimana upaya memberantas korupsi.
“Isu utama yang digagas yakni independensi, eksistensi lembaga-lembaga antikorupsi di dunia. Negara di berbagai belahan dunia dipanggil untuk lebih serius memerangi pencegahan korupsi. Korupsi merupakan pelanggaran hukum, oleh karena itu butuh penegakan hukum dan instrumen hukum," kata Abraham di Hotel JW Marriot, Jakarta, Senin (26/11/2012).
(lns)