Timwas: KPK jangan petak umpet
Sabtu, 24 November 2012 - 13:32 WIB
Timwas: KPK jangan petak umpet
A
A
A
Sindonews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta segera menjelaskan keterkaitan Wakil Presiden (Wapres) Boediono dalam kasus bailout Bank Century. Jika sudah terang apa status Boediono, akan memudahkan Tim Pengawas (Timwas) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mengambil sikap.
Menurut anggota Komisi II DPR RI Akbar Faisal, selama ini pihaknya belum mendapatkan secara gamblang peran mantan Gubernur Bank Indonesia itu dalam kasus tersebut.
“KPK ini agak galau menyelesaikan masalah ini. DPR harus siap menerima bola ini dari KPK. Kalau KPK mengatakan Boediono terlibat, maka kita kan bisa siap-siap untuk melakukan Hak Menyampaikan Pendapat (HMP),“ tegasnya dalam diskusi di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (24/11/2012).
KPK seperti tidak mau terbuka dalam menjelaskan peran Boediono di kasus Century. Sehingga, membuat pihaknya menjadi kebingungan untuk menentukan sikap.
“KPK jangan bermain petak kumpet. Kita ingin tahu apa masalahnya selama 2,5 tahun ini. Padahal dalam kasus-kasus lainnya KPK luar biasa gesitnya,“ jelasnya.
KPK harus segera memberikan informasi mengenai peran Boediono seperti yang telah disebutkan sang Ketua KPK Abraham Samad beberapa waktu lalu.
“Itu yang saya bilang KPK harus menyebutkan kepada kita tentang informasi itu. Yang bertanggung jawab atas Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP), yang beri keputusan siapa? Kan begitu,“ pungkasnya.
Menurut anggota Komisi II DPR RI Akbar Faisal, selama ini pihaknya belum mendapatkan secara gamblang peran mantan Gubernur Bank Indonesia itu dalam kasus tersebut.
“KPK ini agak galau menyelesaikan masalah ini. DPR harus siap menerima bola ini dari KPK. Kalau KPK mengatakan Boediono terlibat, maka kita kan bisa siap-siap untuk melakukan Hak Menyampaikan Pendapat (HMP),“ tegasnya dalam diskusi di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (24/11/2012).
KPK seperti tidak mau terbuka dalam menjelaskan peran Boediono di kasus Century. Sehingga, membuat pihaknya menjadi kebingungan untuk menentukan sikap.
“KPK jangan bermain petak kumpet. Kita ingin tahu apa masalahnya selama 2,5 tahun ini. Padahal dalam kasus-kasus lainnya KPK luar biasa gesitnya,“ jelasnya.
KPK harus segera memberikan informasi mengenai peran Boediono seperti yang telah disebutkan sang Ketua KPK Abraham Samad beberapa waktu lalu.
“Itu yang saya bilang KPK harus menyebutkan kepada kita tentang informasi itu. Yang bertanggung jawab atas Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP), yang beri keputusan siapa? Kan begitu,“ pungkasnya.
(lns)