Hindari politik barter, parpol harus buka-bukaan
Sabtu, 24 November 2012 - 12:36 WIB
Hindari politik barter, parpol harus buka-bukaan
A
A
A
Sindonews.com - Banyak partai politik (parpol) yang ada di negeri ini tersandung kasus korupsi, baik kecil maupun besar. Kasus korupsi yang menjerat itu harus diakui bisa menjadi hambatan dalam pertarungannya di Pemilu 2014.
“Hampir semua parpol mempunyai kasus hukum, punya kartu truf . Itulah yang akan menjadi peluru masing masing menghadapi pemilu 2014,“ ujar pengamat politik Hanta Yudha dalam diskusi di warung daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (24/11/2012).
Menurut Hanta, kasus bailout Bank Century pun akan menjadi peluru bagi parpol-parpol lain untuk ditembakkan kepada Partai Demokrat dalam menghadapi 2014.
Tudingan kepada Wakil Presiden Boediono sebagai penanggung jawab dalam persetujuan pengeluaran dana talangan sebesar Rp6,7 triliun itulah nantinya akan menjadi bahan barter dengan parpol penguasa.
“Mereka akan melakukan politik barter pada 2014 dengan cara melanjutkan kasus Bank Century atau tidak,“ jelasnya.
Hanta pesimis kasus itu bakal selesai, menurutnya kasus Century hanya akan menguap. Apalagi, melihat tidak konsistennya anggota dewan dalam mengeluarkan Hak Menyatakan Pendapat (HMP).
“Ujung dari setiap kasus hukum yang berbau politik selalu berkahir pada dua, yaitu menguap atau mengendap. Century hanya dijadikan sebagai instrumen mencapai 2014. Pada negoisasi politik untuk mitra koalisi bernegosiasi dengan presiden,“ bebernya.
Namun, menurut Hanta, politik barter tersebut bisa digagalkan dengan langkah-langkah ekstrem yaitu dengan cara buka bukaan semua parpol.
“Semuanya melakukan politik bumi hangus dengan membuka semuanya. Jangan sampai terjadi politik barter,“ tandasnya.
“Hampir semua parpol mempunyai kasus hukum, punya kartu truf . Itulah yang akan menjadi peluru masing masing menghadapi pemilu 2014,“ ujar pengamat politik Hanta Yudha dalam diskusi di warung daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (24/11/2012).
Menurut Hanta, kasus bailout Bank Century pun akan menjadi peluru bagi parpol-parpol lain untuk ditembakkan kepada Partai Demokrat dalam menghadapi 2014.
Tudingan kepada Wakil Presiden Boediono sebagai penanggung jawab dalam persetujuan pengeluaran dana talangan sebesar Rp6,7 triliun itulah nantinya akan menjadi bahan barter dengan parpol penguasa.
“Mereka akan melakukan politik barter pada 2014 dengan cara melanjutkan kasus Bank Century atau tidak,“ jelasnya.
Hanta pesimis kasus itu bakal selesai, menurutnya kasus Century hanya akan menguap. Apalagi, melihat tidak konsistennya anggota dewan dalam mengeluarkan Hak Menyatakan Pendapat (HMP).
“Ujung dari setiap kasus hukum yang berbau politik selalu berkahir pada dua, yaitu menguap atau mengendap. Century hanya dijadikan sebagai instrumen mencapai 2014. Pada negoisasi politik untuk mitra koalisi bernegosiasi dengan presiden,“ bebernya.
Namun, menurut Hanta, politik barter tersebut bisa digagalkan dengan langkah-langkah ekstrem yaitu dengan cara buka bukaan semua parpol.
“Semuanya melakukan politik bumi hangus dengan membuka semuanya. Jangan sampai terjadi politik barter,“ tandasnya.
(lns)