Nasib Boediono bakal di-barterkan
Sabtu, 24 November 2012 - 10:51 WIB
Nasib Boediono bakal di-barterkan
A
A
A
Sindonews.com - Dugaan kemungkinan akan terjadi "barter" antara para politisi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dengan pemerintah terkait kasus bailout Bank Century bisa jadi benar. Anggota Komisi II DPR RI Akbar Faisal sendiri mengakui adanya kemungkinan itu.
Menurutnya, DPR selama ini memang seperti tidak mempunyai niat untuk merampungkan kasus-kasus korupsi, apalagi bailout Bank Century dengan kerugian negara Rp6,7 triliun.
Kondisi itu terjadi karena semua bentuk kasus bisa menjadi alat barter. Dari sekian kasus yang pernah menjadi konsen DPR tidak ada yang bisa diselesaikan tuntas termasuk kasus Century.
“Kalau bisa selesaikan, kali ini selesaikan sampai tuntas. Apa sih yang kalian selesaikan di DPR sampai tuntas?,“ ujar Akbar dengan nada bertanya saat diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (24/11/2012).
Menurut anggota Timwas Century ini, sistem barter sudah terlalu menguat di kalangan anggota dewan. Indikasi itu diperkuat fakta dengan dibentuknya Sekretariat Gabungan (Setgab).
“Ternyata bargaining itu benar terlihat dari Setgab yang dibangun setelah kasus Century mencuat,“ ujarnya.
Lebih lanjut Akbar mengatakan, citra Wakil Presiden (Wapres) Boediono tentu saja saat ini sudah mengambang karena disebut-sebut sebagai orang yang bertanggung jawab atas aliran dana talangan itu.
Karena itu Akbar meminta DPR segera bergerak cepat untuk menyelesaikan masalah itu. “Tapi ini yang tidak menjadi konsistensi para anggota dewan tidak mau menyelesaikan persoalan itu lagi, kemungkinan semuanya karena bargaining,“ tandasnya.
Menurutnya, DPR selama ini memang seperti tidak mempunyai niat untuk merampungkan kasus-kasus korupsi, apalagi bailout Bank Century dengan kerugian negara Rp6,7 triliun.
Kondisi itu terjadi karena semua bentuk kasus bisa menjadi alat barter. Dari sekian kasus yang pernah menjadi konsen DPR tidak ada yang bisa diselesaikan tuntas termasuk kasus Century.
“Kalau bisa selesaikan, kali ini selesaikan sampai tuntas. Apa sih yang kalian selesaikan di DPR sampai tuntas?,“ ujar Akbar dengan nada bertanya saat diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (24/11/2012).
Menurut anggota Timwas Century ini, sistem barter sudah terlalu menguat di kalangan anggota dewan. Indikasi itu diperkuat fakta dengan dibentuknya Sekretariat Gabungan (Setgab).
“Ternyata bargaining itu benar terlihat dari Setgab yang dibangun setelah kasus Century mencuat,“ ujarnya.
Lebih lanjut Akbar mengatakan, citra Wakil Presiden (Wapres) Boediono tentu saja saat ini sudah mengambang karena disebut-sebut sebagai orang yang bertanggung jawab atas aliran dana talangan itu.
Karena itu Akbar meminta DPR segera bergerak cepat untuk menyelesaikan masalah itu. “Tapi ini yang tidak menjadi konsistensi para anggota dewan tidak mau menyelesaikan persoalan itu lagi, kemungkinan semuanya karena bargaining,“ tandasnya.
(lns)