Momentum Rhoma sebagai capres sudah berlalu
Senin, 19 November 2012 - 18:51 WIB
Momentum Rhoma sebagai capres sudah berlalu
A
A
A
Sindonews.com - Nama Rhoma Irama semakin ramai diperbincangkan setelah menyatakan siap menjadi calon presiden pada 2014. Banyak pengamat memberikan catatan tersendiri terhadap artis yang dijuluki raja dangdut ini.
Pengamat politik dari Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti menilai, momentum Rhoma menjadi capres sudah usai. "Saya melihat ada dua kendala. Pertama, momentum calon presiden bagi Rhoma telah berlalu," ujar Ray saat dihubungi wartawan, Senin (19/11/2012).
Pada saat Presiden Soeharto masih berkuasa, sambung Ray, ada potensi besar Rhoma mendapatkan suara dan pendukung yang meluber. pasalnya tidak hanya dari pecinta berat Rhoma, juga dari segenap kaum oposisi
"Sayang, pada momentum itu, Rhoma tak melakukannya. Di era reformasi seperti sekarang, formulasi ideal pemimpin telah berubah," ujarnya.
Lanjutnya, ada perbedaan jelas antara pecinta Rhoma di panggung musik dengan pecinta Rhoma di politik. Menurutnya, persoalan itu adalah dua hal yang tidak pernah selalu seiring.
"Saya pribadi misalnya adalah pecinta berat Rhoma Irama (hampir sama lagunya aku kenal), tapi jelas tak tertarik melihatnya sebagai calon presiden," pungkasnya.
Pengamat politik dari Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti menilai, momentum Rhoma menjadi capres sudah usai. "Saya melihat ada dua kendala. Pertama, momentum calon presiden bagi Rhoma telah berlalu," ujar Ray saat dihubungi wartawan, Senin (19/11/2012).
Pada saat Presiden Soeharto masih berkuasa, sambung Ray, ada potensi besar Rhoma mendapatkan suara dan pendukung yang meluber. pasalnya tidak hanya dari pecinta berat Rhoma, juga dari segenap kaum oposisi
"Sayang, pada momentum itu, Rhoma tak melakukannya. Di era reformasi seperti sekarang, formulasi ideal pemimpin telah berubah," ujarnya.
Lanjutnya, ada perbedaan jelas antara pecinta Rhoma di panggung musik dengan pecinta Rhoma di politik. Menurutnya, persoalan itu adalah dua hal yang tidak pernah selalu seiring.
"Saya pribadi misalnya adalah pecinta berat Rhoma Irama (hampir sama lagunya aku kenal), tapi jelas tak tertarik melihatnya sebagai calon presiden," pungkasnya.
(lns)