Warga menangkap terduga teroris
Jum'at, 16 November 2012 - 01:20 WIB
Warga menangkap terduga teroris
A
A
A
Sindonews.com - Warga desa Moncolloe, kecamata Moccolloe kebupaten Maros, melakukan penangkapan terhadap FS yang dicurigai sebagai rekanan Awaluddin pelaku teroris yang melempari Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo, saat melakukan hal itu.
FS langsung digiring oleh warga ke Kepolisian Sektor (Polsek) Moncolloe, karena bergerak-gerik mencurigakan.
"Saya berdua sama adik langsung membawanya menggunakan motor ke Polsek," kata Yohanis (34), warga Moncolloe, di Sulawesi Selatan, Kamis (15/11/2012).
Dia menjelaskan, FS yang ketika itu sedang dikejar oleh warga di dusun Bunga, kemudian berpapasan dengan dirinya dengan keadaan takut dan mencurigakan.
"Saya langsung menanyai dia, dan dia sangat gugup, serta sangat mencurigakan, dia juga membawa tas berwarna hitam," kata dia.
Berdasarkan data yang dihimpun SINDO di lapangan, sebelumnya FS singga di rumah kepala Dusun Tokka Daeng Selle, kemudian setelah itu, Daeng Selle menanyai dan akan menggeleda tasnya, saat itu FS membawa kantongan dan enggan memperlihatkannya.
Setelah itu dia langsung melanjutkan perjalanannya, setelah sampai di dusun Bunga, sekitar satu kilometer jaraknya warga yang di sana mencurigai gerakgeriknya, dan menanyai FS. Setelah itu dia dikejar, dan berhasil di tangkap oleh Yohanis dan adiknya Novianis.
Saat ini pelaku masih diintrogasi di Polsek Moncolloe, dan beberapa anggota masih mengumpulkan keterangan dari warga yang menangkapnya.
FS langsung digiring oleh warga ke Kepolisian Sektor (Polsek) Moncolloe, karena bergerak-gerik mencurigakan.
"Saya berdua sama adik langsung membawanya menggunakan motor ke Polsek," kata Yohanis (34), warga Moncolloe, di Sulawesi Selatan, Kamis (15/11/2012).
Dia menjelaskan, FS yang ketika itu sedang dikejar oleh warga di dusun Bunga, kemudian berpapasan dengan dirinya dengan keadaan takut dan mencurigakan.
"Saya langsung menanyai dia, dan dia sangat gugup, serta sangat mencurigakan, dia juga membawa tas berwarna hitam," kata dia.
Berdasarkan data yang dihimpun SINDO di lapangan, sebelumnya FS singga di rumah kepala Dusun Tokka Daeng Selle, kemudian setelah itu, Daeng Selle menanyai dan akan menggeleda tasnya, saat itu FS membawa kantongan dan enggan memperlihatkannya.
Setelah itu dia langsung melanjutkan perjalanannya, setelah sampai di dusun Bunga, sekitar satu kilometer jaraknya warga yang di sana mencurigai gerakgeriknya, dan menanyai FS. Setelah itu dia dikejar, dan berhasil di tangkap oleh Yohanis dan adiknya Novianis.
Saat ini pelaku masih diintrogasi di Polsek Moncolloe, dan beberapa anggota masih mengumpulkan keterangan dari warga yang menangkapnya.
(mhd)