Mau didukung, Rhoma kerja dulu!
Selasa, 13 November 2012 - 18:07 WIB
Mau didukung, Rhoma kerja dulu!
A
A
A
Sindonews.com - Nama Raja Dangdut Rhoma Irama yang belakangan kembali ramai menjadi perbincangan setelah dikabarkan akan maju menjadi calon Presiden dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada pemilihan presiden (Pilpres) 2014 bisa saja terjadi.
Namun hal itu akan terkabul oleh jajaran partai jika Rhoma Irama rajin membantu partainya dalam pertarungan pemilihan legislatif (Pileg) mendatang.
"Kalau Rhoma mau mendapat peluang, ya segera membantu PPP dalam pemilu ini. Jadi harus berkeringat juga," ujar Anggota Komisi III dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Ahmad Yani saat dihubungi wartawan, Selasa (13/11/2012).
Yani mengungkapkan, maju sebagai capres merupakan hak setiap warga negara. Wacana pencalonan Rhoma menjadi hal yang sah-sah saja.
Namun menurutnya, Rhoma harus memiliki kendaraan politik yang mau mengusung pencalonannya, karena PPP untuk saat ini belum mengambil keputusan soal capres.
"Walaupun dia bagian dari PPP tapi kan PPP belum memutuskan," tandasnya.
Yani menilai, Ketua umum PPP Suryadharma Ali dan Wakil Ketua Umum Lukman Hakim Saifuddin masih cukup berpeluang sebagai capres. Namun hal itu tidak difokuskan saat ini oleh PPP, mengingat PPP saat ini masih berkonsentrasi pada Pileg.
"Nanti diputuskan setelah pileg. Kita baru bicara itu kalau angka kita dua digit," pungkasnya.
Namun hal itu akan terkabul oleh jajaran partai jika Rhoma Irama rajin membantu partainya dalam pertarungan pemilihan legislatif (Pileg) mendatang.
"Kalau Rhoma mau mendapat peluang, ya segera membantu PPP dalam pemilu ini. Jadi harus berkeringat juga," ujar Anggota Komisi III dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Ahmad Yani saat dihubungi wartawan, Selasa (13/11/2012).
Yani mengungkapkan, maju sebagai capres merupakan hak setiap warga negara. Wacana pencalonan Rhoma menjadi hal yang sah-sah saja.
Namun menurutnya, Rhoma harus memiliki kendaraan politik yang mau mengusung pencalonannya, karena PPP untuk saat ini belum mengambil keputusan soal capres.
"Walaupun dia bagian dari PPP tapi kan PPP belum memutuskan," tandasnya.
Yani menilai, Ketua umum PPP Suryadharma Ali dan Wakil Ketua Umum Lukman Hakim Saifuddin masih cukup berpeluang sebagai capres. Namun hal itu tidak difokuskan saat ini oleh PPP, mengingat PPP saat ini masih berkonsentrasi pada Pileg.
"Nanti diputuskan setelah pileg. Kita baru bicara itu kalau angka kita dua digit," pungkasnya.
(rsa)