Ray Rangkuti sayangkan Ketua KPU ke AS
Kamis, 08 November 2012 - 03:12 WIB
Ray Rangkuti sayangkan Ketua KPU ke AS
A
A
A
Sindonews.com - Kepergian Ketua Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) Husni Kamil Manik dan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nelson Simanjuntak ke Amerika Serikat (AS) dalam rangka meninjau Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS), terus mendapat kritikan dari banyak kalangan.
Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti mengaku, sangat menyayangkan kepergian kedua pimpinan tersebut, ditengah proses verifikasi partai politik (parpol) yang sedang berlangsung.
"Jelas kita menyayangkan, karena KPU lagi sibuk-sibuknya verifikasi faktual,” ujar Ray kepada Sindonews, melalui pesan singkatnya, Kamis (7/11/2012) malam.
Dia juga mengatakan, KPU juga masih menghadapi kemungkinan sidang Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) atas aduan Bawaslu. Namun, persoalan yang tidak kalah pentingnya yang harus segera diselesaikan memberikan kejelasan nasib 12 parpol yang direkomendasikan Bawaslu.
"Mereka juga tengah dihadapkan pada persoalan, bagaimana mengakomodir 12 parpol yang direkomendasikan Bawaslu," pungkasnya.
Sebelumnya, anggota Bawaslu Nasrullah mengatakan, Bawaslu hanya mengutus anggotanya Nelson Simanjuntak dalam rangka kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat (AS) tentang demokrasi.
"Perspektif Bawaslu dihadapkan dengan proses verifikasi parpol. Sehingga yang perlu jaga gawang di Bawaslu, Ketua Bawaslu tak boleh kemana-mana. Sehingga semuanya harus stand by di sini," ujarnya.
Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti mengaku, sangat menyayangkan kepergian kedua pimpinan tersebut, ditengah proses verifikasi partai politik (parpol) yang sedang berlangsung.
"Jelas kita menyayangkan, karena KPU lagi sibuk-sibuknya verifikasi faktual,” ujar Ray kepada Sindonews, melalui pesan singkatnya, Kamis (7/11/2012) malam.
Dia juga mengatakan, KPU juga masih menghadapi kemungkinan sidang Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) atas aduan Bawaslu. Namun, persoalan yang tidak kalah pentingnya yang harus segera diselesaikan memberikan kejelasan nasib 12 parpol yang direkomendasikan Bawaslu.
"Mereka juga tengah dihadapkan pada persoalan, bagaimana mengakomodir 12 parpol yang direkomendasikan Bawaslu," pungkasnya.
Sebelumnya, anggota Bawaslu Nasrullah mengatakan, Bawaslu hanya mengutus anggotanya Nelson Simanjuntak dalam rangka kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat (AS) tentang demokrasi.
"Perspektif Bawaslu dihadapkan dengan proses verifikasi parpol. Sehingga yang perlu jaga gawang di Bawaslu, Ketua Bawaslu tak boleh kemana-mana. Sehingga semuanya harus stand by di sini," ujarnya.
(mhd)