Indonesia diimbau tiru ajaran Soekarno-Hatta
Kamis, 08 November 2012 - 01:15 WIB
Indonesia diimbau tiru ajaran Soekarno-Hatta
A
A
A
Sindonews.com - Gelah pahlawan nasional yang diberikan oleh pemerintah Indonesia terhadap dua prolmator Indonesia mantan Presiden RI yang pertama Soekarno, dan Mohammad Hatta bukanlah tanpa sebab. Pasalnya, sikap Soekarno itu memang layak untuk ditiru oleh pemuda serta penerus bangsa ini.
Ketua DPP PDI Perjuangan Maruarar Sirait mengimbau, agar Indonesia bisa mengamalkan ajaran Soekarno yaitu berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi dan berkepribadian secara sosial budaya.
"Bagaimana ajaran Bung Karno, yaitu Trisakti diamalkan. Artinya Indonesia saat ini harus benar-benar berdaulat di bidang politik dan tidak bisa ditekan oleh bangsa lain," ungkap Maruarar ketika dihubungi wartawan, Rabu (7/11/2012).
Menurutnya, konsep berdikari ini harus memperlihatkan Indonesia jangan hanya jadi pasar. Tapi juga menguasai pasar, baik di dalam maupun di luar negeri.
"Indonesia harus menjunjung budaya gotong royong dan beretika dalam berpolitik. Itu yang harus dibangun. Nilai-nilai ini yang harus dikeluarkan dalam mengawal kebijakan negara," tambahnya.
Selain ajaran Soekarno, Indonesia juga diimbau untuk memcerminkan ajaran Mohammad Hatta soal koperasi untuk diterapkan pada politik anggaran.
"Tentu bagaimana kebijakan negara terinspirasi dari ajaran koperasi. Politik anggaran harus mengutamakan koperasi. Jangan hanya retorika, tapi harus diterapkan," kata anggota Komisi XI DPR ini.
Disinggung soal terlambatnya pemberian gelar pahlawan pada Soekarno-Hatta, Maruarar enggan menanggapi hal tersebut.
"Kita berterima kasih kepada pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang telah memberi gelar pahlawan nasional kepada tokoh proklamator hanya dua seumur Republik ini berdiri. Meskipun pahlawan ini banyak. Saya pikir bangsa ini saling menghargai," ujarnya.
Ketua DPP PDI Perjuangan Maruarar Sirait mengimbau, agar Indonesia bisa mengamalkan ajaran Soekarno yaitu berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi dan berkepribadian secara sosial budaya.
"Bagaimana ajaran Bung Karno, yaitu Trisakti diamalkan. Artinya Indonesia saat ini harus benar-benar berdaulat di bidang politik dan tidak bisa ditekan oleh bangsa lain," ungkap Maruarar ketika dihubungi wartawan, Rabu (7/11/2012).
Menurutnya, konsep berdikari ini harus memperlihatkan Indonesia jangan hanya jadi pasar. Tapi juga menguasai pasar, baik di dalam maupun di luar negeri.
"Indonesia harus menjunjung budaya gotong royong dan beretika dalam berpolitik. Itu yang harus dibangun. Nilai-nilai ini yang harus dikeluarkan dalam mengawal kebijakan negara," tambahnya.
Selain ajaran Soekarno, Indonesia juga diimbau untuk memcerminkan ajaran Mohammad Hatta soal koperasi untuk diterapkan pada politik anggaran.
"Tentu bagaimana kebijakan negara terinspirasi dari ajaran koperasi. Politik anggaran harus mengutamakan koperasi. Jangan hanya retorika, tapi harus diterapkan," kata anggota Komisi XI DPR ini.
Disinggung soal terlambatnya pemberian gelar pahlawan pada Soekarno-Hatta, Maruarar enggan menanggapi hal tersebut.
"Kita berterima kasih kepada pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang telah memberi gelar pahlawan nasional kepada tokoh proklamator hanya dua seumur Republik ini berdiri. Meskipun pahlawan ini banyak. Saya pikir bangsa ini saling menghargai," ujarnya.
(mhd)