Pecat Anas, 2014 Demokrat kembali jaya
Rabu, 07 November 2012 - 08:08 WIB
Pecat Anas, 2014 Demokrat kembali jaya
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhyono (SBY) diminta terjun langsung melakukan pembersihan di dalam tubuh Partai Demokrat, dan mengembalikan kejayaan partai. Diantaranya dengan mengganti pimpinan dan pengurus partai yang diduga terlibat kasus korupsi.
Hal itu diungkapkan aktivis Komite Bangkit Indonesia dan Gerakan Indonesia Bersih Adhie M Massardi. Dia mengatakan, sulit menolong Partai Demokrat dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 yang akan datang. Menurutnya, partai itu sudah terlalu dalam terjerambab dalam kubangan korupsi.
Kendati begitu, Adhie mengaku masih ada cara efektif untuk mengembalikan kejayaan Partai Demokrat. Namun, cara itu menurutnya mustahil dilakukan oleh SBY sebagai seorang politikus dan kepala negara.
"Memenjarakan Anas, lalu gelar KLB. Ganti ketum baru, dan memecat beberapa petingginya yang sudah terindikasi korup. Ini akan jadi Partai Demokrat wajah baru," ujar Adhie, saat berbincang dengan Sindonews, di Jakarta, Rabu (7/11/2012).
Ditambahkan dia, kesulitan bagi SBY melakukan pemecatan itu adalah, mulai pudar dan menurunnya pengaruh kekuatan dia di dalam partai. Bahkan Adhie mengaku khawatir, jika SBY berani menggelar KLB untuk menurunkan dan mengganti Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, justru malah SBY yang akan kena pecat.
"Hal ini sulit dilakukan, mengingat posisi Anas sangat kuat. Makanya SBY enggak berani gelar KLB. Salah-salah, KLB justru bisa melengserkan Ketua Dewan Pembina," tukas Adhie seraya tertawa.
Hal itu diungkapkan aktivis Komite Bangkit Indonesia dan Gerakan Indonesia Bersih Adhie M Massardi. Dia mengatakan, sulit menolong Partai Demokrat dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 yang akan datang. Menurutnya, partai itu sudah terlalu dalam terjerambab dalam kubangan korupsi.
Kendati begitu, Adhie mengaku masih ada cara efektif untuk mengembalikan kejayaan Partai Demokrat. Namun, cara itu menurutnya mustahil dilakukan oleh SBY sebagai seorang politikus dan kepala negara.
"Memenjarakan Anas, lalu gelar KLB. Ganti ketum baru, dan memecat beberapa petingginya yang sudah terindikasi korup. Ini akan jadi Partai Demokrat wajah baru," ujar Adhie, saat berbincang dengan Sindonews, di Jakarta, Rabu (7/11/2012).
Ditambahkan dia, kesulitan bagi SBY melakukan pemecatan itu adalah, mulai pudar dan menurunnya pengaruh kekuatan dia di dalam partai. Bahkan Adhie mengaku khawatir, jika SBY berani menggelar KLB untuk menurunkan dan mengganti Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, justru malah SBY yang akan kena pecat.
"Hal ini sulit dilakukan, mengingat posisi Anas sangat kuat. Makanya SBY enggak berani gelar KLB. Salah-salah, KLB justru bisa melengserkan Ketua Dewan Pembina," tukas Adhie seraya tertawa.
(san)