Dicatut dalam akun Twiter, Hartati minta maaf
Sabtu, 03 November 2012 - 20:02 WIB
Dicatut dalam akun Twiter, Hartati minta maaf
A
A
A
Sindonews.com - Tersangka kasus penyuapan Bupati Buol Siti Hartati Murdaya akhirnya mengeluarkan permintaan maaf secara resmi menyusul beredarnya dua akun twiter yang mencatut nama dirinya atas nama, @hartatimurdaya dan @hartatimurdayapoo.
Kedua akun tersebut berisi posting-posting yang mengkritik dan menyudutkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono serta Partai Demokrat. Dia menegaskan, dirinya tidak pernah menulis atau memerintahkan seseorang untuk menulis seperti itu.
“Dua akun tersebut akun palsu yang dibuat dan dioperasikan oleh orang tidak bertanggungjawab dengan cara mencatut nama saya,“ kata Hartati dalam siaran pers yang diterima, di Jakarta, Sabtu (3/11/2012).
Hartati kemudian mengakui pihaknya segera mengajukan komplain dan pengaduan kepada pihak Twitter di Amerika Serikat untuk menonaktifkan kedua akun tersebut.
“Saya menyampaikan terimakasih kepada operator Twitter di Amerika Serikat yang telah menonaktifkan kedua akun tersebut. Mulai pekan ini, kedua akun itu sudah tidak bisa diakses di jaringan twitter di seluruh dunia," jelasnya.
Hartati juga mengatakan, tanpa dirinya membantah pun sebenarnya publik sudah tahu jika kedua akun tersebut adalah akun palsu. Semua orang tahu saat ini dirinya sedang menghadapi kasus hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sehingga tidak mungkin bisa mengakses komputer, handphone, atau internet untuk mengoperasikan twitter.
“Saya menyampakan permohonan maaf kepada semua pihak yang telah menjadi sasaran kritik maupun yang namanya disebut dalam posting di kedua akun twitter itu. Saya juga
meminta maaf kepada semua pihak yang telah merasa terganggu oleh keberadaan kedua akun tersebut,“ tukasnya.
Seperti diketahui, beberapa waktu lalu sempat beredar di dunia maya dua akun twitter yang menamakan dirinya @hartatimurdaya dan @hartatimurdayapoo. Kedua akun ini sempat di-follow oleh ribuan orang.
Kedua akun tersebut berisi posting-posting yang mengkritik dan menyudutkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono serta Partai Demokrat. Dia menegaskan, dirinya tidak pernah menulis atau memerintahkan seseorang untuk menulis seperti itu.
“Dua akun tersebut akun palsu yang dibuat dan dioperasikan oleh orang tidak bertanggungjawab dengan cara mencatut nama saya,“ kata Hartati dalam siaran pers yang diterima, di Jakarta, Sabtu (3/11/2012).
Hartati kemudian mengakui pihaknya segera mengajukan komplain dan pengaduan kepada pihak Twitter di Amerika Serikat untuk menonaktifkan kedua akun tersebut.
“Saya menyampaikan terimakasih kepada operator Twitter di Amerika Serikat yang telah menonaktifkan kedua akun tersebut. Mulai pekan ini, kedua akun itu sudah tidak bisa diakses di jaringan twitter di seluruh dunia," jelasnya.
Hartati juga mengatakan, tanpa dirinya membantah pun sebenarnya publik sudah tahu jika kedua akun tersebut adalah akun palsu. Semua orang tahu saat ini dirinya sedang menghadapi kasus hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sehingga tidak mungkin bisa mengakses komputer, handphone, atau internet untuk mengoperasikan twitter.
“Saya menyampakan permohonan maaf kepada semua pihak yang telah menjadi sasaran kritik maupun yang namanya disebut dalam posting di kedua akun twitter itu. Saya juga
meminta maaf kepada semua pihak yang telah merasa terganggu oleh keberadaan kedua akun tersebut,“ tukasnya.
Seperti diketahui, beberapa waktu lalu sempat beredar di dunia maya dua akun twitter yang menamakan dirinya @hartatimurdaya dan @hartatimurdayapoo. Kedua akun ini sempat di-follow oleh ribuan orang.
(rsa)