BNPP diminta berdayakan radio kampung

Jum'at, 02 November 2012 - 19:23 WIB
BNPP diminta berdayakan...
BNPP diminta berdayakan radio kampung
A A A
Sindonews.com - Pemberitaan tentang daerah perbatasan masih minim. Padahal akses informasi, terutama konten-konten tentang Indonesia sangat diperlukan. Terutama untuk meng-counter pemberitaan dari media negara tetangga yang penestrasinya begitu masif di perbatasan.

Hal tersebut yang diungkapkan oleh Direktur Program dan Produksi LPP RRI Masduki dalam sebuah diskusi. Menurut Masduki, space pemberitaan tentang perbatasan di media-media Indonesia masih minim. "Mungkin dibawah 1 persen dari total pemberitaan di media," kata dia, di Jakarta, Jumat (2/11/2012).

Mestinya, kata Masduki, jika media memang pro pemberdayaan, porsi pemberitaan tentang perbatasan cukup besar. Tapi dia memaklumi, karena itu terkait dengan keterbatasan sumber daya.

Dia berharap Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), bisa memfasilitasi hadirnya media-media komunitas di perbatasan. "Karena menurut saya itu solusi, untuk mengimbangi penestrasi pemberitaan dari media negeri tetangga, yang jangkauannya sudah merasuk ke perbatasan Indonesia," kata Masduki.

Misalnya, menghidupkan dan memberdayakan radio-radio kampung atau radio komunitas. Dan kontennya berisikan tentang keindonesiaan. Selain itu, harus didorong, media-media lokal untuk tumbuh di perbatasan, meski formatnya dalam bentuk media komunitas.

"Peran media sangat besar untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan di perbatasan. Tujuan idealistiknya kan media bisa menjadi perekat persatuan, juga menguatkan nasionalisme," katanya.

Karena pernah satu ketika, di perbatasan Kalimantan, radio-radio dari Malaysia, menyiarkan pemberitaan yang nadanya negatif terhadap Indonesia, khususnya soal TKI. Namun, untungnya, ada radio komunitas, yang bisa mengcounter pemberitaan itu.

"Di Malinau itu, 100 persen tak ada media swasta, khususnya radio swasta. Alhamdulillah, RRI sudah bisa masuk kesana, dan kita jadi penyeimbang dari siaran radio-radio Malaysia," kata Masduki.
(lns)
Berita Terkait
Media Massa Harus Pikirkan...
Media Massa Harus Pikirkan Efek Pemberitaan
Media Harus Tanamkan...
Media Harus Tanamkan Kode Etik Jurnalistik dalam Pemberitaan
Kebakaran Jakarta Islamic...
Kebakaran Jakarta Islamic Center Jadi Pemberitaan Media Asing
Kunjungi iNews Media...
Kunjungi iNews Media Group, Kadispenad Perkuat Silaturahmi dan Kerja Sama Pemberitaan
IJTI Imbau Media Tidak...
IJTI Imbau Media Tidak Mengeksploitasi Pemberitaan Kasus Anak
iNews Media Group Temui...
iNews Media Group Temui Mensos Risma Perkuat Silaturahmi dan Kerja Sama Pemberitaan
Berita Terkini
Pakar Hukum Didit Wijayanto...
Pakar Hukum Didit Wijayanto Sebut Dian Sandi Harusnya Terkena Pasal 32 UU ITE, Bukan Roy Suryo
Lantik 1.177 Perwira...
Lantik 1.177 Perwira TNI-Polri, Prabowo: Pangkat adalah Amanah dan Kepercayaan Rakyat
Prabowo Lantik 1.177...
Prabowo Lantik 1.177 Perwira TNI-Polri, Anugerahkan Adhi Makayasa ke Lulusan Terbaik
Akademisi UI: Indonesia...
Akademisi UI: Indonesia Perlu Regulasi Atasi Ancaman Spionase dan Siber
Belum Genap 2 Bulan...
Belum Genap 2 Bulan Jabat Kepala BGN, Nanik Mundur untuk Pengobatan Jantung
Prabowo Setujui Nanik...
Prabowo Setujui Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN
Infografis
Australia Diminta Beli...
Australia Diminta Beli Lebih Banyak Jet Siluman F-35
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved