Ada settingan dari aksi mundur 5 penyidik KPK
Jum'at, 02 November 2012 - 18:41 WIB
Ada settingan dari aksi mundur 5 penyidik KPK
A
A
A
Sindonews.com - Mundurnya lima penyidik Polri dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan alasan seperti tertulis di dalam SMS yang beredar di kalangan wartawan sengaja disetting oleh pihak tertentu.
SMS yang mengatakan penyidik mundur karena muak dengan kondisi KPK yang lupa dengan kontribusi Polri sengaja dibuat dan disiapkan sebelumnya.
“Ada agenda setting yang terjadi dalam pengunduran ini. Ini bukan hal yang alamiah jika kita lihat konteksnya dalam kaitannya dengan kasus simulator,“ ujar Pakar Hukum Universits Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatulah Andi Syafrani saat dihubungi Sindonews, Jumat (2/11/2012).
Andi tidak yakin, jika KPK tak menangani kasus simulator SIM, bisa jadi, penyidik Polri itu tidak mundur dari KPK. Bagaimanapun status mereka sebagai anggota Polri menjadi bimbang saat melaksanakan tugasnya sebagai penyidik yang menangani perkara melibatkan kepolisian.
“Tidak bisa dilepaskan jika ini tidak ada kaitannya dengan kasus simulator,“ tegasnya.
Andi juga mengaku heran alasan penyidik itu mengundurkan diri seperti tertuang dalam SMS yang berbedar di kalangan wartawan.
“Alasan intrik dalam KPK itu masih sumir. Ada terlihat konflik interest yang sangat nyata. Bagaimana polisi melakukan penyidik terhadap polisi dalam penanganan kasus korupsi,“ tukasnya.
Seperti diketahui, ada lima nama penyidik K{K dari Polri yang mengundurkan diri. Mereka adalah;
Kompol Hendy Kurniawan
Kompol Riski Agung prakoso
Kompol Yudistira M
Kompol Irfan Rifai
Kompol Popon A Sunggoro
SMS yang mengatakan penyidik mundur karena muak dengan kondisi KPK yang lupa dengan kontribusi Polri sengaja dibuat dan disiapkan sebelumnya.
“Ada agenda setting yang terjadi dalam pengunduran ini. Ini bukan hal yang alamiah jika kita lihat konteksnya dalam kaitannya dengan kasus simulator,“ ujar Pakar Hukum Universits Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatulah Andi Syafrani saat dihubungi Sindonews, Jumat (2/11/2012).
Andi tidak yakin, jika KPK tak menangani kasus simulator SIM, bisa jadi, penyidik Polri itu tidak mundur dari KPK. Bagaimanapun status mereka sebagai anggota Polri menjadi bimbang saat melaksanakan tugasnya sebagai penyidik yang menangani perkara melibatkan kepolisian.
“Tidak bisa dilepaskan jika ini tidak ada kaitannya dengan kasus simulator,“ tegasnya.
Andi juga mengaku heran alasan penyidik itu mengundurkan diri seperti tertuang dalam SMS yang berbedar di kalangan wartawan.
“Alasan intrik dalam KPK itu masih sumir. Ada terlihat konflik interest yang sangat nyata. Bagaimana polisi melakukan penyidik terhadap polisi dalam penanganan kasus korupsi,“ tukasnya.
Seperti diketahui, ada lima nama penyidik K{K dari Polri yang mengundurkan diri. Mereka adalah;
Kompol Hendy Kurniawan
Kompol Riski Agung prakoso
Kompol Yudistira M
Kompol Irfan Rifai
Kompol Popon A Sunggoro
(lns)