Kiai NU bertekad kembalikan kejayaan PKB

Kamis, 01 November 2012 - 19:46 WIB
Kiai NU bertekad kembalikan...
Kiai NU bertekad kembalikan kejayaan PKB
A A A
Sindonews.com - Para kiai sepuh Nahdlatul Ulama (NU) berkomitmen untuk bersama-sama membesarkan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), seperti saat dipegang almarhum Abdurrahman Wahid (Gusdur).

"Bagi saya berat sekali untuk tidak memikirkan PKB atau partai lain yang pengurusnya kader-kader NU. Apalagi kalau sampai meninggalkan PKB atau PKNU. Rasane ora tegel (tidak tega) kalau akhirnya Pemilu 2014 menjadi pemilu wada' (perpisahan) bagi PKB," ujar KH Hanif Muslich, dalam keterangan persnya, di Jakarta, Kamis (1/11/2012).

Sementara itu, Ketua DPW PKB Jawa Tengah KH Yusuf Chudlori (Gus Yusuf) menjelaskan, pihaknya sowan kepada para kyai sepuh untuk nyuwun dawuh dan minta nasihat terkait politik ahlusunnah wal jamaah. Selain kekuatan politik NU yang semakin kecil, munculnya paham-paham yang menyerang akidah ahlusunnah wal jamaah menjadi keprihatinan bersama.

"Melihat realitas demikian, ada kebutuhan untuk mengintegrasikan antara agama dan politik, agar akidah ahlusunnah wal jamaah tidak terus dirongrong oleh kekuatan lain. Tanpa dukungan kekuasaan, maka agama akan tenggelam. Di sinilah PKB berusaha untuk menjadi alat kekuasaan demi kemaslahatan agama," terang Gus Yusuf.

Ditambahkan dia, PKB Jateng saat ini tengah melakukan konsolidasi struktural. Karena harus diakui, banyak kader PKB yang lari ke PKNU, dan ke partai lain. Bahkan, banyak kyai yang tidak bersama PKB lagi.

"Insya Allah, dengan dilandasi semangat memperjuangkan aswaja, kebersamaan di dalam PKB akan terwujud kembali. PKB sangat terbuka kepada siapapun untuk bergabung. Semua demi kebesaran PKB dan NU," paparnya.

Di Sragen, sambung Gus Yusuf, PCNU sudah memfasilitasi berkumpulnya kembali kader PKNU dan PKB. Gus Yusuf juga menyerahkan sikap politik PKB terkait pemilihan gubernur kepada para kyai. Siapapun gubernurnya, yang penting wakilnya dari NU.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua Dewan Syuro KH Muchosis Nur. Menurutnya, PKB tidak perlu repot-repot menyatukan kader-kader NU. Selama masih ada pesantren dan ulama, siapa saja sebagai kader NU pasti tidak akan mungkin meninggalkan PKB.

"Saya mendukung sepenuhnya apa yang menjadi program dan hajat PKB," kata Kyai sepuh dari Banyumas ini.

Dewan Syuro PKNU KH Abdul Azis menambahkan, dirinya berkali-kali ditawari menjadi pengurus partai lain. Namun, pinangan itu ditolak secara halus. "Ketika mereka sowan ke saya, saya hanya mendoakan saja. Karena hati saya selalu di NU dan partai yang dilahirkannya,” ungkapnya.
(san)
Berita Terkait
Demokrat Gabung KIM,...
Demokrat Gabung KIM, Politikus PDIP: Mengingatkan Pilpres 2014
SMRC Prediksi Elektabilitas...
SMRC Prediksi Elektabilitas Ganjar Bisa Lampaui Jokowi saat Pilpres 2014
Gerindra Masih Berusaha...
Gerindra Masih Berusaha Rayu PAN, Ingatkan Pilpres 2014 dan 2019
Hasto Optimistis Sejarah...
Hasto Optimistis Sejarah Tradisi Kemenangan 2014 dan 2019 Kembali Terukir di Pilpres 2024
Inflasi Terendah Sejak...
Inflasi Terendah Sejak 2014, Ini Faktor Utamanya
Rakernas PDIP Rekomendasikan...
Rakernas PDIP Rekomendasikan Perpanjangan Masa Jabatan Kades Jadi 9 Tahun
Berita Terkini
Nahdlatul Ulama: Pesantren...
Nahdlatul Ulama: Pesantren dan Kedaulatan Masyarakat Sipil
Presiden KSPI: Said...
Presiden KSPI: Said Iqbal Akan Dilantik Jadi Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan
Berkas Sudah P21, Pakar:...
Berkas Sudah P21, Pakar: Tinggal Tunggu Penyidik Serahkan Roy Suryo dkk ke JPU
Cerita Prabowo tentang...
Cerita Prabowo tentang 2 Angka Keberuntungan di Hidupnya: 8 dan 13 Selalu Muncul
Pesantren dan AI, Cucun...
Pesantren dan AI, Cucun Tekankan Pentingnya Etika serta Nilai Keagamaan dalam Teknologi
Partai Perindo Minta...
Partai Perindo Minta Presiden Prabowo Perkuat Demokrasi melalui Revisi UU Pemilu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved