Kesahihan hasil verifikasi parpol disoal
Senin, 29 Oktober 2012 - 23:04 WIB
Kesahihan hasil verifikasi parpol disoal
A
A
A
Sindonews.com - Lingkar Madani (Lima) mempertanayakan kesahihan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang memutuskan 16 partai politik (parpol) lolos dan 18 parpol lain gagal dalam hasil verifikasi administrasi.
"Jumlah yang gagal mengejutkan, mencapai lebih dari 50 persen parpol yang mendaftar. Satu jumlah yang fantastis mengingat tahapannya masih adminstratif," ujar Direktur Lima Ray Rangkuti ketika dihubungi Sindonews, Senin (29/10/2012)
Ray mempertanyakan apakah benar 18 parpol yang gagal lantaran sejumlah parpol ini tak mampu memenuhi persyaratan Undang-Undang atau ada unsur lain.
"Ini tentu perlu penjelasan yang mendalam. Apakah benar 16 parpol yang lolos memang memenuhi ketentuan atau tidak, ini juga perlu dijelaskan," tuturnya.
Menurutnya proses verifikasi sangat tertutup, karenanya KPU diminta umumkan detail catatan-catatan yang membuat 18 parpol tersebut tak lolos.
Pengumuman ini penting untuk menguji kesahihan verifikasi KPU. Itu juga untuk memberi kesempatan kepada parpol-parpol yang tak lolos melakukan objektivikasi atas kinerja KPU.
Dia menambahkan, publik perlu dilibatkan untuk ikut menilai. Karena itu tak ada alasan kuat untuk menutup-nutupi detail hasil verifikasi.
"Ketertutupan cukup pada proses, tapi tidak pada hasil," tegasnya
Keterbukaan itu diperlukan untuk menghindari dugaan KPU memuluskan jalan parpol-parpol parlemen dengan mengorbankan sejumlah parpol baru.
"Jumlah yang gagal mengejutkan, mencapai lebih dari 50 persen parpol yang mendaftar. Satu jumlah yang fantastis mengingat tahapannya masih adminstratif," ujar Direktur Lima Ray Rangkuti ketika dihubungi Sindonews, Senin (29/10/2012)
Ray mempertanyakan apakah benar 18 parpol yang gagal lantaran sejumlah parpol ini tak mampu memenuhi persyaratan Undang-Undang atau ada unsur lain.
"Ini tentu perlu penjelasan yang mendalam. Apakah benar 16 parpol yang lolos memang memenuhi ketentuan atau tidak, ini juga perlu dijelaskan," tuturnya.
Menurutnya proses verifikasi sangat tertutup, karenanya KPU diminta umumkan detail catatan-catatan yang membuat 18 parpol tersebut tak lolos.
Pengumuman ini penting untuk menguji kesahihan verifikasi KPU. Itu juga untuk memberi kesempatan kepada parpol-parpol yang tak lolos melakukan objektivikasi atas kinerja KPU.
Dia menambahkan, publik perlu dilibatkan untuk ikut menilai. Karena itu tak ada alasan kuat untuk menutup-nutupi detail hasil verifikasi.
"Ketertutupan cukup pada proses, tapi tidak pada hasil," tegasnya
Keterbukaan itu diperlukan untuk menghindari dugaan KPU memuluskan jalan parpol-parpol parlemen dengan mengorbankan sejumlah parpol baru.
(ysw)