Golkar konsisten tolak RUU Kamnas
Selasa, 23 Oktober 2012 - 11:03 WIB
Golkar konsisten tolak RUU Kamnas
A
A
A
Sindonews.com - Partai Golkar akan berusaha konsisten dengan sikap awalnya untuk menolak Rancangan Undang-undang (RUU) Keamanan Nasional (Kamnas) yang diusulkan pemerintah.
Hal itu ditegaskan Wakil Bendahara Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo sebelum masuk ke ruang rapat paripurna DPR, Selasa (23/10/2012).
"Nanti dalam paripurna, Golkar akan mendengarkan penjelasan dari pemerintah, terkait dengan RUU Kamnas ini," ujar Bambang.
Diakui Bambang, memang benar ada desakan dari koalisi agar menerima usulan setelah mendengarkan penjelasan dari pemerintah. Namun, lagi-lagi dia menegaskan tetap pada pendirian awal untuk melakukan penolakan.
"Kalau Partai Golkar secara tegas menolak RUU Kamnas ini, karena di dalam draft sangat jelas, terlalu represif dan diduga akan mengancam demokrasi," imbuhnya.
Ketika ditanya sikap Sekretariat Gabungan (Setgab) terkait RUU tersebut, Bambang menjelaskan, desakan dari masyarakat begitu kuat dan ada beberapa fraksi kecuali Partai Demokrat yang akan menolak RUU Kamnas.
"Golkar tetap konsisten, dan akan mendengarkan penjelasan pemerintah. Fraksi yang sangat keras menolak adalah Golkar, PPP, dan beberapa fraksi lainnya juga sangat jelas menolak," lengkap Bambang
Dalam Rapat Paripurna DPR yang dilaksanakan hari ini akan disahkan sejumlah rancangan undang-undang (RUU), di antaranya RUU KPK, RUU Kamnas, dan RUU tentang Kepalangmerahan.
Hal itu ditegaskan Wakil Bendahara Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo sebelum masuk ke ruang rapat paripurna DPR, Selasa (23/10/2012).
"Nanti dalam paripurna, Golkar akan mendengarkan penjelasan dari pemerintah, terkait dengan RUU Kamnas ini," ujar Bambang.
Diakui Bambang, memang benar ada desakan dari koalisi agar menerima usulan setelah mendengarkan penjelasan dari pemerintah. Namun, lagi-lagi dia menegaskan tetap pada pendirian awal untuk melakukan penolakan.
"Kalau Partai Golkar secara tegas menolak RUU Kamnas ini, karena di dalam draft sangat jelas, terlalu represif dan diduga akan mengancam demokrasi," imbuhnya.
Ketika ditanya sikap Sekretariat Gabungan (Setgab) terkait RUU tersebut, Bambang menjelaskan, desakan dari masyarakat begitu kuat dan ada beberapa fraksi kecuali Partai Demokrat yang akan menolak RUU Kamnas.
"Golkar tetap konsisten, dan akan mendengarkan penjelasan pemerintah. Fraksi yang sangat keras menolak adalah Golkar, PPP, dan beberapa fraksi lainnya juga sangat jelas menolak," lengkap Bambang
Dalam Rapat Paripurna DPR yang dilaksanakan hari ini akan disahkan sejumlah rancangan undang-undang (RUU), di antaranya RUU KPK, RUU Kamnas, dan RUU tentang Kepalangmerahan.
(rsa)