149 petugas disiapkan pantau daging kurban
Senin, 22 Oktober 2012 - 17:47 WIB
149 petugas disiapkan pantau daging kurban
A
A
A
Sindonews.com - Untuk memastikan hewan kurban yang disembelih aman, Dinas Kelautan, Perikanan, dan Peternakan (Diskepernak) Kulonprogo mengerahkan 149 petugas untuk memantau penyembelihan. Mereka terdiri dari 49 dokter hewan dan 100 mahasiswa kedokteran hewan Universitas Gajah Mada (UGM).
Kepala Diskepernak Kulonprogo, Endang Purwaningrum mengatakan, untuk pemantauan hewan kurban sudah dilakukan sejak jauh hari. Namun, untuk memastikan daging yang disembelih itu bebas penyakit perlu diawasi hingga penyembelihan.
“Pada hari H Idul Adha, pantauannya khusus. Melibatkan 149 petugas. Sebanyak 49 dari dokter hewan yang tersebar di Puskeswan di Kulonprogo sisanya dari mahasiswa kedokteran hewan UGM,” tukas Endang di Diskepernak, Kulonprogo, Senin (22/10/2012).
Pengawasan dilakukan di beberapa titik, terutama yang menjadi tempat penampungan pedagang besar, seperti Kecamatan Sentolo, Galur, Temon, dan Kalibawang.
“Sejauh ini, dari hasil pemeriksaan belum ada temuan sapi dan kambing yang sakit," katanya.
Dia menjelaskan, H-4 hingga H+4 Idul Adha pantauan hewan kurban akan terus diintensifkan. Pasalnya, banyak sapi di penampungan hewan yang didatangkan dari luar. Misalnya saja dari Kebumen dan Pasar Bantul.
Ia mengimbau kepada pembeli hewan kurban untuk berhati-hati dan lebih teliti dalam memilih hewan kurban. Ciri-ciri hewan yang sehat untuk dibeli dan disembelih yakni mata bersinar, jalan tegap tidak pincang, bulu halus dan mengkilap.
Kepala Diskepernak Kulonprogo, Endang Purwaningrum mengatakan, untuk pemantauan hewan kurban sudah dilakukan sejak jauh hari. Namun, untuk memastikan daging yang disembelih itu bebas penyakit perlu diawasi hingga penyembelihan.
“Pada hari H Idul Adha, pantauannya khusus. Melibatkan 149 petugas. Sebanyak 49 dari dokter hewan yang tersebar di Puskeswan di Kulonprogo sisanya dari mahasiswa kedokteran hewan UGM,” tukas Endang di Diskepernak, Kulonprogo, Senin (22/10/2012).
Pengawasan dilakukan di beberapa titik, terutama yang menjadi tempat penampungan pedagang besar, seperti Kecamatan Sentolo, Galur, Temon, dan Kalibawang.
“Sejauh ini, dari hasil pemeriksaan belum ada temuan sapi dan kambing yang sakit," katanya.
Dia menjelaskan, H-4 hingga H+4 Idul Adha pantauan hewan kurban akan terus diintensifkan. Pasalnya, banyak sapi di penampungan hewan yang didatangkan dari luar. Misalnya saja dari Kebumen dan Pasar Bantul.
Ia mengimbau kepada pembeli hewan kurban untuk berhati-hati dan lebih teliti dalam memilih hewan kurban. Ciri-ciri hewan yang sehat untuk dibeli dan disembelih yakni mata bersinar, jalan tegap tidak pincang, bulu halus dan mengkilap.
(ysw)