LSN: Capres TNI masih diminati masyarakat
Senin, 22 Oktober 2012 - 14:32 WIB
LSN: Capres TNI masih diminati masyarakat
A
A
A
Sindonews.com - Hasil survei yang dilakukan Lembaga Survei Nasional (LSN) menunjukkan kecenderungan masyarakat masih menyukai calon presiden (Capres) dari kalangan Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Disebutkan dalam survei, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto 29,9 persen diminati responden. Setelah itu ditempati Ketua Umum Partai Hanura Wiranto dengan 29,1 persen.
Sedangkan mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso, mendapatkan 3,2 persen.
Direktur LSN Umar S Bakri menjelaskan publik mendambakan sosok dari kalangan TNI lantaran saat ini Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilai tidak tegas dan mengecewakan publik.
"Pertama, konsolidasi gagal melahirkan tokoh yang dibutuhkan publik. Publik kecewa dan tidak puas dengan pemerintah SBY, karena faktor ketidaktegasan SBY sehingga publik ke depan mendambakan figur yang tegas, yang kontras dengan SBY," kata Umar di Hotel Atlet Century, Jakarta, Senin (22/10/2012).
Menurut Umar, meskipun SBY rajin menggelar konferensi pers (Konpers), namun dinilai tidak aktif untuk mengeksekusi masalah-masalah nasional.
"KPK vs Polri, SBY hanya bisa berpidato. Setelah itu Polri tetap melanjutkan kasus Kompol Novel dan SBY diam saja," tambahnya.
Kedua, kondisi nyata Indonesia saat ini yang dinilai kurang baik dari segi ekonomi, sehingga masyarakat kecewa dan tidak puas dengan pemerintahan SBY.
Terkait tingginya persentase responden terhadap Prabowo, diakui Umar, pihaknya tidak mengaitkannya dengan track record pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat, khususnya penculikan aktivis 98 sewaktu dia menjabat sebagai Komandan Kopasus.
"Kita tidak arahkan ke sana. Nanti bisa dipertajam lagi track recordnya di survei LSN berikutnya," demikian kata Umar.
Hasil survei LSN dilakukan sejak 4-20 September 2012 di 33 Provinsi dengan 1.230 responden.
Disebutkan dalam survei, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto 29,9 persen diminati responden. Setelah itu ditempati Ketua Umum Partai Hanura Wiranto dengan 29,1 persen.
Sedangkan mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso, mendapatkan 3,2 persen.
Direktur LSN Umar S Bakri menjelaskan publik mendambakan sosok dari kalangan TNI lantaran saat ini Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilai tidak tegas dan mengecewakan publik.
"Pertama, konsolidasi gagal melahirkan tokoh yang dibutuhkan publik. Publik kecewa dan tidak puas dengan pemerintah SBY, karena faktor ketidaktegasan SBY sehingga publik ke depan mendambakan figur yang tegas, yang kontras dengan SBY," kata Umar di Hotel Atlet Century, Jakarta, Senin (22/10/2012).
Menurut Umar, meskipun SBY rajin menggelar konferensi pers (Konpers), namun dinilai tidak aktif untuk mengeksekusi masalah-masalah nasional.
"KPK vs Polri, SBY hanya bisa berpidato. Setelah itu Polri tetap melanjutkan kasus Kompol Novel dan SBY diam saja," tambahnya.
Kedua, kondisi nyata Indonesia saat ini yang dinilai kurang baik dari segi ekonomi, sehingga masyarakat kecewa dan tidak puas dengan pemerintahan SBY.
Terkait tingginya persentase responden terhadap Prabowo, diakui Umar, pihaknya tidak mengaitkannya dengan track record pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat, khususnya penculikan aktivis 98 sewaktu dia menjabat sebagai Komandan Kopasus.
"Kita tidak arahkan ke sana. Nanti bisa dipertajam lagi track recordnya di survei LSN berikutnya," demikian kata Umar.
Hasil survei LSN dilakukan sejak 4-20 September 2012 di 33 Provinsi dengan 1.230 responden.
(rsa)