Kader parpol Islam diminta jaga diri
Sabtu, 20 Oktober 2012 - 16:07 WIB
Kader parpol Islam diminta jaga diri
A
A
A
Sindonews.com - Kader partai politik (parpol) yang berlandaskan Islam diminta untuk terus menyuarakan aspirasi rakyat, dan menjaga perilakunya, agar kepercayaan masyarakat terhadap parpol Islam terus terjaga.
Ketua DPP PKS Sohibul Iman mengatakan, masyarakat umumnya lebih merespon tindakan menyimpang yang dilakukan oleh kader parpol yang berlandaskan agama. Karenanya, seluruh kader parpol yang berlandaskan agama harus lebih menjaga perilakunya.
"DI masyarakat, kalau ada hal buruk dilakukan oleh kader partai Islam, maka responnya akan sangat luar biasa. Tentu sangat tidak masuk akal kalau pihak yang membawa jargon agama, justru melakukan perbuatan yang tidak terpuji," katanya di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (20/10/2012).
Dia mengungkapkan, kader partai yang berlandaskan agama bukan hanya dituntut untuk menjadi negarawan, tetapi juga harus menjadi sosok yang amanah untuk seluruh elemen masyarakat.
Sebelumnya, budayawan Ridwan Saidi menduga, hasil survei yang menyebutkan merosotnya partai Islam pada Pemilu 2014 mendatang terjadi karena sosok partai, dan para tokohnya yang tidak mencerminkan Islam.
"Sejak tahun 1982 hingga sekarang, disebut kafir orang yang enggak milih partai Islam. Namun, justru banyak tokohnya yang terlibat korupsi seperti data KPK. Nah, masyarakat jadi tidak simpati. Hal itu belum ditambah jumlah istri yang banyak," ungkapnya.
Ketua DPP PKS Sohibul Iman mengatakan, masyarakat umumnya lebih merespon tindakan menyimpang yang dilakukan oleh kader parpol yang berlandaskan agama. Karenanya, seluruh kader parpol yang berlandaskan agama harus lebih menjaga perilakunya.
"DI masyarakat, kalau ada hal buruk dilakukan oleh kader partai Islam, maka responnya akan sangat luar biasa. Tentu sangat tidak masuk akal kalau pihak yang membawa jargon agama, justru melakukan perbuatan yang tidak terpuji," katanya di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (20/10/2012).
Dia mengungkapkan, kader partai yang berlandaskan agama bukan hanya dituntut untuk menjadi negarawan, tetapi juga harus menjadi sosok yang amanah untuk seluruh elemen masyarakat.
Sebelumnya, budayawan Ridwan Saidi menduga, hasil survei yang menyebutkan merosotnya partai Islam pada Pemilu 2014 mendatang terjadi karena sosok partai, dan para tokohnya yang tidak mencerminkan Islam.
"Sejak tahun 1982 hingga sekarang, disebut kafir orang yang enggak milih partai Islam. Namun, justru banyak tokohnya yang terlibat korupsi seperti data KPK. Nah, masyarakat jadi tidak simpati. Hal itu belum ditambah jumlah istri yang banyak," ungkapnya.
(lil)