PAN salahi KPU beri data ke IFES
Jum'at, 19 Oktober 2012 - 18:19 WIB
PAN salahi KPU beri data ke IFES
A
A
A
Sindonews.com - Partai Amanat Nasional (PAN) menyayangkan sikap Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang memberikan informasi mengenai sistem informasi pemilihan umum (sipol) kepada International Foundation Electoral Systems (IFES).
KPU dinilai harus menjaga suluruh data yang dimiliki Indonesia dari lembaga asing, baik itu jumlah penduduk, dan data lain yang berhubungan dengan tanah air.
"Harusnya KPU bisa jaga itu. Bayangkan mana mungkin kita bisa ambil data Inggris, Australia, misalnya data penduduk di sana. Jangan kita telanjang betul di mata orang luar, walau niatnya baik," jelas Ketua Fraksi PAN DPR RI Tjatur Sapto Edi, di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (19/10/2012).
Tjatur berharap data yang diberikan KPU kepada IEFS dapat dijaga kerahasiaannya, dan bisa bermanfaat bagi Indonesia.
"Kalau mengenai sikap. Ya, selama itu bisa membantu dan dapat dijaga kerahasiaannya, dan ada pemanfaatannya kepada negara silakan," kata Tjatur.
Ditanya soal substansi sipol, Tjatur menegaskan, sipol yang ada belum sempurna. "Belum sempurna benar, excel-nya saja kalah dengan PAN. Mereka pakai excel 2003, PAN saja sudah 2010," bangga Tjatur.
KPU dinilai harus menjaga suluruh data yang dimiliki Indonesia dari lembaga asing, baik itu jumlah penduduk, dan data lain yang berhubungan dengan tanah air.
"Harusnya KPU bisa jaga itu. Bayangkan mana mungkin kita bisa ambil data Inggris, Australia, misalnya data penduduk di sana. Jangan kita telanjang betul di mata orang luar, walau niatnya baik," jelas Ketua Fraksi PAN DPR RI Tjatur Sapto Edi, di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (19/10/2012).
Tjatur berharap data yang diberikan KPU kepada IEFS dapat dijaga kerahasiaannya, dan bisa bermanfaat bagi Indonesia.
"Kalau mengenai sikap. Ya, selama itu bisa membantu dan dapat dijaga kerahasiaannya, dan ada pemanfaatannya kepada negara silakan," kata Tjatur.
Ditanya soal substansi sipol, Tjatur menegaskan, sipol yang ada belum sempurna. "Belum sempurna benar, excel-nya saja kalah dengan PAN. Mereka pakai excel 2003, PAN saja sudah 2010," bangga Tjatur.
(rsa)