Kinerja Jokowi pengaruhi peta politik 2014
Jum'at, 19 Oktober 2012 - 14:42 WIB
Kinerja Jokowi pengaruhi peta politik 2014
A
A
A
Sindonews.com - Kemenangan Joko Widodo (Jokowi) dalam perhelatan Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta periode 2012-2017 dinilai sebagai kemenangan figur alternatif, sekaligus kekalahan calon dari Partai Politik (Parpol).
Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Saleh P Daulay mengatakan, potret Pilgub DKI dapat dijadikan cermin dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 mendatang. Karena, kepercayaan masyarakat terhadap sosok calon dari Parpol sudah sangat menurun.
"Jika figur alternatif tidak ada (Pemilu 2014), maka saya yakin golput akan tinggi luar biasa. Karena saya melihat, masyarakat lebih memilih figur dari pada Parpol," ujar Saleh, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (19/10/2012).
Ditambahkan dia, kinerja Jokowi dalam pemerintahan Jakarta baru, akan sangat menentukan peta politik dua tahun lagi. Karena, Jokowi dianggap sebagai simbol calon alternatif. Namun jika Jokowi gagal membangun Jakarta baru, maka, timbul rasa frustasi masyarakat.
"Kalau figur itu-itu saja akan bosan. Kita perlu figur alternatif, tapi sekali lagi, jika Jokowi gagal maka pemilih bisa saja tidak percaya juga dengan figur alternatif," tukasnya.
Ditanya sudah adakah figur alternatif dalam Pemilu 2014, Daulay mengatakan, sudah ada. Hanya saja masih berada di elemen masing-masing. "Siapa calonnya? Banyak calon alternatif yang bisa kita lihat, dari aktivis, anggota ormas, politis," tutupnya.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Saleh P Daulay mengatakan, potret Pilgub DKI dapat dijadikan cermin dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 mendatang. Karena, kepercayaan masyarakat terhadap sosok calon dari Parpol sudah sangat menurun.
"Jika figur alternatif tidak ada (Pemilu 2014), maka saya yakin golput akan tinggi luar biasa. Karena saya melihat, masyarakat lebih memilih figur dari pada Parpol," ujar Saleh, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (19/10/2012).
Ditambahkan dia, kinerja Jokowi dalam pemerintahan Jakarta baru, akan sangat menentukan peta politik dua tahun lagi. Karena, Jokowi dianggap sebagai simbol calon alternatif. Namun jika Jokowi gagal membangun Jakarta baru, maka, timbul rasa frustasi masyarakat.
"Kalau figur itu-itu saja akan bosan. Kita perlu figur alternatif, tapi sekali lagi, jika Jokowi gagal maka pemilih bisa saja tidak percaya juga dengan figur alternatif," tukasnya.
Ditanya sudah adakah figur alternatif dalam Pemilu 2014, Daulay mengatakan, sudah ada. Hanya saja masih berada di elemen masing-masing. "Siapa calonnya? Banyak calon alternatif yang bisa kita lihat, dari aktivis, anggota ormas, politis," tutupnya.
(san)