Kemenag siapkan nasi kotak & prasmanan bagi jemaah
Rabu, 17 Oktober 2012 - 20:59 WIB
Kemenag siapkan nasi kotak & prasmanan bagi jemaah
A
A
A
Sindonews.com - Kementerian Agama (Kemenag) RI tahun ini menyiapkan strategi khusus dalam penyediaan konsumsi bagi jemaah haji di Arafah dan Mina. Kemenag menggabungkan antara prasmanan dengan nasi kotak bagi jamaah.
Hal ini dilakukan karena bercermin pada penyelenggaraan haji sebelumnya, dimana para jamaah memakan nasi basi, dan menyebabkan banyak korban sakit.
"Sebelumnya konsumsi jamaah haji menggunakan nasi kotak, di saat itulah nasi cepat basi, begitupun jika menggunakan sistem prasmanan maka terjadi antrian panjang. Maka pada tahun ini kita gunakan dua sistem secara bersamaan," kata Menteri Agama Suryadharma Ali di Tangerang, Rabu (17/10/2012).
Penggabungan dua sistem ini dilakukan saat mobilitas jemaah tinggi, seperti saat di Arafah dan Mina. Namun demikian pemberian nasi kotak yang dipergunakan akan dibedakan berdasarkan jam makan.
"Nasi kotak untuk makan pagi, sedangkan prasmanan untuk makan siang dan makan malam. Ini bertujuan untuk mengurangi risiko jemaah sakit akibat konsumsi nasi basi," tegasnya.
Dengan penggabungan dua sistem ini, diharapkan tidak ada lagi jemaah haji yang sakit akibat mengkonsumsi makanan yang telah kedaluarsa, seperti yang pernah terjadi pada penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya.
Hal ini dilakukan karena bercermin pada penyelenggaraan haji sebelumnya, dimana para jamaah memakan nasi basi, dan menyebabkan banyak korban sakit.
"Sebelumnya konsumsi jamaah haji menggunakan nasi kotak, di saat itulah nasi cepat basi, begitupun jika menggunakan sistem prasmanan maka terjadi antrian panjang. Maka pada tahun ini kita gunakan dua sistem secara bersamaan," kata Menteri Agama Suryadharma Ali di Tangerang, Rabu (17/10/2012).
Penggabungan dua sistem ini dilakukan saat mobilitas jemaah tinggi, seperti saat di Arafah dan Mina. Namun demikian pemberian nasi kotak yang dipergunakan akan dibedakan berdasarkan jam makan.
"Nasi kotak untuk makan pagi, sedangkan prasmanan untuk makan siang dan makan malam. Ini bertujuan untuk mengurangi risiko jemaah sakit akibat konsumsi nasi basi," tegasnya.
Dengan penggabungan dua sistem ini, diharapkan tidak ada lagi jemaah haji yang sakit akibat mengkonsumsi makanan yang telah kedaluarsa, seperti yang pernah terjadi pada penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya.
(rsa)