Daker Madinah antisipasi jemaah tersesat di Mina
Rabu, 17 Oktober 2012 - 17:25 WIB
Daker Madinah antisipasi jemaah tersesat di Mina
A
A
A
Sindonews.com - Lokasi yang cukup jauh, membuat jemaah calon haji Indonesia rawan tersesat di kawasan Mina ketika prosesi ibadah haji berlangsung. Hal ini disebabkan jangkauan dari tenda ke jamarat yang cukup jauh pasca pelaksanaan wukuf di Padang Arafah nantinya.
Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah Ahmad Jauhari mengatakan, pihaknya akan mengantarkan jemaah yang mengalami kesulitan tersesat jalan dan kelelahan ke pemondokannya.
"Kami akan mengerahkan seluruh armada seperti mobil dan sepeda motor untuk mengantarkan jemaah yang tersesat atau kelelahan untuk kembali ke pemondokan," kata Jauhari, di Mekkah, Arab Saudi, Rabu (17/10/2012).
Wilayah Mina yang menjadi lokasi tugas para petugas Madinah, memang cukup luas sehingga ada beberapa pos penjagaan, yang disiapkan di sana seperti Pos Muassim 1, 2 dan 3 serta Pos Jamarat 1, 2 dan 3.
"Medan di wilayah Mina memang cukup berat. Apalagi seluruh jemaah berdatangan dalam waktu bersamaan. Semuanya berkumpul dalam tempat terbatas dengan jarak tenda dan jamarat yang cukup jauh," lanjut dia.
Ahmad Jauhari menjelaskan, Daker Madinah telah mempersiapkan tim-tim khusus, untuk mobilisasi jemaah dari tenda ke jamarat serta menentukan rute agar jemaah tidak keluar jalur dan tersesat.
Dia mengimbau, agar jemaah mewaspadai kemungkinan terjadinya kejahatan yang mungkin menimpa. "Sebaiknya bepergian secara berkelompok, karena kalau bersama-sama sangat kecil kemungkinan untuk menjadi target kejahatan," imbuhnya.
Pelaksanaan ibadah haji, diperkirakan akan dimulai pada Kamis 25 Oktober 2012 mendatang. Jemaah calon haji tiba dan melakukan wukuf di Padang Arafah pada Kamis 25 Oktober 2012 mendatang, malamnya mabit ke Muzdalifah, dan paginya lempar jumroh di Mina selama tiga hari, kemudian thawaf di Kabah dan Sai.
Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah Ahmad Jauhari mengatakan, pihaknya akan mengantarkan jemaah yang mengalami kesulitan tersesat jalan dan kelelahan ke pemondokannya.
"Kami akan mengerahkan seluruh armada seperti mobil dan sepeda motor untuk mengantarkan jemaah yang tersesat atau kelelahan untuk kembali ke pemondokan," kata Jauhari, di Mekkah, Arab Saudi, Rabu (17/10/2012).
Wilayah Mina yang menjadi lokasi tugas para petugas Madinah, memang cukup luas sehingga ada beberapa pos penjagaan, yang disiapkan di sana seperti Pos Muassim 1, 2 dan 3 serta Pos Jamarat 1, 2 dan 3.
"Medan di wilayah Mina memang cukup berat. Apalagi seluruh jemaah berdatangan dalam waktu bersamaan. Semuanya berkumpul dalam tempat terbatas dengan jarak tenda dan jamarat yang cukup jauh," lanjut dia.
Ahmad Jauhari menjelaskan, Daker Madinah telah mempersiapkan tim-tim khusus, untuk mobilisasi jemaah dari tenda ke jamarat serta menentukan rute agar jemaah tidak keluar jalur dan tersesat.
Dia mengimbau, agar jemaah mewaspadai kemungkinan terjadinya kejahatan yang mungkin menimpa. "Sebaiknya bepergian secara berkelompok, karena kalau bersama-sama sangat kecil kemungkinan untuk menjadi target kejahatan," imbuhnya.
Pelaksanaan ibadah haji, diperkirakan akan dimulai pada Kamis 25 Oktober 2012 mendatang. Jemaah calon haji tiba dan melakukan wukuf di Padang Arafah pada Kamis 25 Oktober 2012 mendatang, malamnya mabit ke Muzdalifah, dan paginya lempar jumroh di Mina selama tiga hari, kemudian thawaf di Kabah dan Sai.
(mhd)