Wartawan geruduk kantor Kemenhan
Rabu, 17 Oktober 2012 - 11:14 WIB
Wartawan geruduk kantor Kemenhan
A
A
A
Sindonews.com - Puluhan jurnalis yang tergabung dalam Solidaritas Wartawan Anti Kekerasan melakukan unjuk rasa di depan kantor Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI), Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.
Para awak media ini mengecam kekerasan yang dilakukan oleh oknum TNU Angkatan Udara (AU) terhadap wartawan saat peliputan jatuhnya pesawat tempur Hawk 200 di Riau.
"Kami dari solidaritas wartawan anti kekerasan mengecam keras aksi brutal aparat TNI AU yang telah melakukan tindak kekerasan terhadap wartawan. Apa pun alasan dari pihak TNI AU, menghalang-halangi, mengintimidasi, apalagi melakukan kekerasan terhadap wartawan yang tengah melakukan tugasnya, jelas telah melanggar UU Pers No. 40 tahun 1999," jelas solidaritas wartawan anti kekerasan dalam rilis yang diterima Sindonews, di Jakarta, Rabu (17/10/2012).
Sebagai informasi, wartawan yang menjadi korban kekerasan atas nama Febrianto Budi Anggoro, Didik Hermanto, Fakhri Rubianto, Ari, Irwansyah, dan Andika mendapat kekerasan saat tengah meliput jatuhnya pesawat Hawk 200 milik TNI AU, Selasa 16 Oktober 2012 kemarin.
Para awak media ini mengecam kekerasan yang dilakukan oleh oknum TNU Angkatan Udara (AU) terhadap wartawan saat peliputan jatuhnya pesawat tempur Hawk 200 di Riau.
"Kami dari solidaritas wartawan anti kekerasan mengecam keras aksi brutal aparat TNI AU yang telah melakukan tindak kekerasan terhadap wartawan. Apa pun alasan dari pihak TNI AU, menghalang-halangi, mengintimidasi, apalagi melakukan kekerasan terhadap wartawan yang tengah melakukan tugasnya, jelas telah melanggar UU Pers No. 40 tahun 1999," jelas solidaritas wartawan anti kekerasan dalam rilis yang diterima Sindonews, di Jakarta, Rabu (17/10/2012).
Sebagai informasi, wartawan yang menjadi korban kekerasan atas nama Febrianto Budi Anggoro, Didik Hermanto, Fakhri Rubianto, Ari, Irwansyah, dan Andika mendapat kekerasan saat tengah meliput jatuhnya pesawat Hawk 200 milik TNI AU, Selasa 16 Oktober 2012 kemarin.
(mhd)