Data kependudukan KPU rawan digugat ke PTUN

Selasa, 16 Oktober 2012 - 21:55 WIB
Data kependudukan KPU...
Data kependudukan KPU rawan digugat ke PTUN
A A A
Sindonews.com - Perbedaan data kependudukan antara Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan data Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam menentukan tahapan verifikasi faktual parpol peserta pemilu 2014, rawan di gugat oleh parpol ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

"Ini tidak ke Mahkamah Konstitusi (MK), hanya ke PTUN. Ke MK itu kan jika terkait dengan sengketa hasil, ini hanya berkaitan dengan peraturan," ujar Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima) Ray Rangkuti kepada wartawan di Jakarta, Selasa (16/10/2012).

Menurut Ray, secara hukum hal tersebut tidak melanggar karena dengan sendirinya yang dipakai adalah data yang ditetapkan oleh KPU. Mau tidak mau KPU hanya menghitung jumlah keanggotaan dari data yang mereka tetapkan, tidak boleh dengan data yang dirilis oleh Mendagri.

"Ini tentu secara hukum. Sekalipun begitu, tidak dengan sendirinya hal ini akan dapat menepiskan kemungkinan gugatan," katanya.

Ray melanjutkan, hal itu tentunya karena dasar yang tidak sinkron dengan data yang dimiliki oleh Mendagri, namun hal ini kalau ada gugatan. Kalau tidak, artinya jumlah penduduk versi KPU itu yang dijadikan sebagai patokan, sekalipun secara faktual itu sedikit bertentangan dengan data konkret pendudukan.

"Selisihnya itu lumayan besar yakni 5 jutaan. Lagi-lagi, kalau tak ada yang menggugat maka data versi KPU lah yang dipakai," lanjutnya.

Ray menambahkan, hal itu tidak akan berpengaruh terhadap verifikasi faktual yang dilakukan parpol peserta pemilu yang mewajibkan syarat dukungan keanggotaan parpol di daerah sampai tingkat kecamatan.

Dikarenakan, dengan data penduduk yang lebih sedikit dari data yang sesungguhnya, parpol hanya perlu menutupi data yang lebih kecil dari yang sesungguhnya. "Asumsinya justru ini meringankan parpol," tandasnya.
(rsa)
Berita Terkait
Pemerintah Belum Tuntaskan...
Pemerintah Belum Tuntaskan Hak 2.747 Penyelenggara Pemilu 2014
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Bayar Uang Penghargaan Penyelenggara Pemilu 2014
Kebocoran Data Pemilih...
Kebocoran Data Pemilih Pemilu 2014, Ini Kata KPU DIY
Capaian Partai Gerindra...
Capaian Partai Gerindra di Pemilu 2009, 2014, dan 2019
Peretas Diduga Bobol...
Peretas Diduga Bobol Data Pemilih Pemilu 2014 Melalui KPU
Data Pemilih Pemilu...
Data Pemilih Pemilu 2014 Diduga Dibobol, Termasuk DPT Bantul
Berita Terkini
Kisah Haru Anak Kuli...
Kisah Haru Anak Kuli Bangunan Dilantik Presiden Prabowo Jadi Perwira TNI di Istana
Fiscal Dominance dan...
'Fiscal Dominance' dan Depresiasi Rupiah
Amanat Lengkap Presiden...
Amanat Lengkap Presiden Prabowo di Upacara Prasetya Perwira TNI-Polri Tahun 2026
Jenderal Agus Subiyanto...
Jenderal Agus Subiyanto Pastikan TNI Siap Dukung Swasembada Beras
PN Jakarta Selatan Tunda...
PN Jakarta Selatan Tunda Sidang Praperadilan Roy Suryo Jilid 3 Pekan Depan
Sidang Praperadilan...
Sidang Praperadilan Jilid 3 Roy Suryo Digelar di PN Jakarta Selatan Hari Ini
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved