Barang tertinggal jemaah haji capai Rp28 juta
Selasa, 16 Oktober 2012 - 12:08 WIB
Barang tertinggal jemaah haji capai Rp28 juta
A
A
A
Sindonews.com - Panitia penyelenggaraan haji daerah kerja (daker) Madinah, Arab Saudi, menemukan barang jemaah calon haji asal Indonesia yang tercecer saat keberangkatan para calon haji dari Madinah ke Mekkah. Bahkan, nilai barang yang tercecer milik calon jemaah haji asal Indonesia itu mencapai lebih dari Rp28 juta.
Kepala seksi pengamanan, dan kasus daker Madinah Payumi Abdul azis mengatakan, barang milik jemaah calon haji yang tercecer umumnya berupa tas haji, jam, kamera, kursi roda, hingga uang yang bernilai Rp28 juta.
"Untuk nilai uang yang tidak beridentitas Rp19,4 juta. Sedangkan uang Real Saudi sekira 3.000 riyal, dan ada sekira 20 tas haji berisi dokumen, dan uang living cost" katanya kepada wartawan di Madinah, Arab Saudi, Selasa (16/10/2012).
Dia mengungkapkan, barang-barang tersebut ditemukan oleh petugas sektor khusus di dalam, sekitar Masjid Nabawi, dan di pemondokan tempat para jemaah menginap sebelum menuju ke Mekkah.
"Ini hasil penyisiran para petugas haji Indonesia, dan keamanan Masjid Nabawi selama jemaah gelombang pertama ada di Madinah," ungkapnya.
Menurutnya, tas haji yang memiliki identitas pemiliknya akan dikembalikan kepada pemiliknya, sedangkan barang yang tidak ada identitasnya, hanya akan diumumkan kepada para jemaah yang merasa kehilangan.
Proses pengambilannya sendiri, akan difokuskan pada saat petugas haji Madinah pergi ke Mekkah. "Pengembalian akan dilakukan, dan diselesaikan setelah para petugas menuju ke Mekkah pada Rabu 17 Oktober 2012. Barang-barang yang beridentitas akan langsung dikembalikan kepada para jemaah," tandasnya.
Kepala seksi pengamanan, dan kasus daker Madinah Payumi Abdul azis mengatakan, barang milik jemaah calon haji yang tercecer umumnya berupa tas haji, jam, kamera, kursi roda, hingga uang yang bernilai Rp28 juta.
"Untuk nilai uang yang tidak beridentitas Rp19,4 juta. Sedangkan uang Real Saudi sekira 3.000 riyal, dan ada sekira 20 tas haji berisi dokumen, dan uang living cost" katanya kepada wartawan di Madinah, Arab Saudi, Selasa (16/10/2012).
Dia mengungkapkan, barang-barang tersebut ditemukan oleh petugas sektor khusus di dalam, sekitar Masjid Nabawi, dan di pemondokan tempat para jemaah menginap sebelum menuju ke Mekkah.
"Ini hasil penyisiran para petugas haji Indonesia, dan keamanan Masjid Nabawi selama jemaah gelombang pertama ada di Madinah," ungkapnya.
Menurutnya, tas haji yang memiliki identitas pemiliknya akan dikembalikan kepada pemiliknya, sedangkan barang yang tidak ada identitasnya, hanya akan diumumkan kepada para jemaah yang merasa kehilangan.
Proses pengambilannya sendiri, akan difokuskan pada saat petugas haji Madinah pergi ke Mekkah. "Pengembalian akan dilakukan, dan diselesaikan setelah para petugas menuju ke Mekkah pada Rabu 17 Oktober 2012. Barang-barang yang beridentitas akan langsung dikembalikan kepada para jemaah," tandasnya.
(lil)