Penuntasan kasus Century berisiko
Senin, 15 Oktober 2012 - 16:48 WIB
Penuntasan kasus Century berisiko
A
A
A
Sindonews.com - Mantan wakil presiden Jusuf Kalla meminta seluruh pihak berhati-hati dalam mengungkap kasus Bank Century. Pasalnya seluruh langkah yang dilakukan anggota DPR untuk menuntaskan kasus tersebut mengandung risiko yang besar.
"Saya ucapkan penghargaan kepada Muhammad Misbakhun, dan kawan-kawan di DPR yang gigih berjuang dengan sepenuh hati tetap mengusahakan agar keadilan tetap tegak," katanya di Hotel Century, Jakarta, Senin (15/10/2012).
Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) ini juga meminta kepada anggota DPR untuk lebih berhati-hati dalam berbicara, meskipun memiliki hak untuk bebas berpendapat sebagai wakil rakyat.
Dia mengungkapkan, pada masa orde baru banyak sekali orang yang hilang, atau masuk penjara hanya karena berbicara di luar konteks saat itu. Sementara pada era reformasi saat ini juga orang masih bisa dipermasalahkan karena apa yang diucapkan.
"Contohnya saja, tiba-tiba muncul Latter of Credit (LC) itu, atau Novel Baswedan tiba-tiba muncul kasus burung Walet. Yusril tiba-tiba muncul peristiwa 10 tahun lalu. Tidak jelas, sebagai seorang yang ingin perjuangkan keadilan selalu ada risikonya," tandasnya.
"Saya ucapkan penghargaan kepada Muhammad Misbakhun, dan kawan-kawan di DPR yang gigih berjuang dengan sepenuh hati tetap mengusahakan agar keadilan tetap tegak," katanya di Hotel Century, Jakarta, Senin (15/10/2012).
Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) ini juga meminta kepada anggota DPR untuk lebih berhati-hati dalam berbicara, meskipun memiliki hak untuk bebas berpendapat sebagai wakil rakyat.
Dia mengungkapkan, pada masa orde baru banyak sekali orang yang hilang, atau masuk penjara hanya karena berbicara di luar konteks saat itu. Sementara pada era reformasi saat ini juga orang masih bisa dipermasalahkan karena apa yang diucapkan.
"Contohnya saja, tiba-tiba muncul Latter of Credit (LC) itu, atau Novel Baswedan tiba-tiba muncul kasus burung Walet. Yusril tiba-tiba muncul peristiwa 10 tahun lalu. Tidak jelas, sebagai seorang yang ingin perjuangkan keadilan selalu ada risikonya," tandasnya.
(lil)