Selamat bekerja Pak Jokowi
Senin, 15 Oktober 2012 - 11:29 WIB
Selamat bekerja Pak Jokowi
A
A
A
Hari ini Jakarta secara resmi memiliki gubernur baru, Joko Widodo (Jokowi), yang akan dilantik menggantikan Fauzi Bowo. Jabatan barunya ini tentu menjadi tantangan berat Jokowi untuk membuktikan janjinya dalam kampanye lalu yang diusung bersama wakilnya, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Ingat, kemenangan menjadi gubernur DKI bukanlah sebuah akhir. Momentum ini merupakan awal bagi langkah Jokowi, bagaimana merealisasikan program-programnya dalam membangun Jakarta. Jakarta yang lebih baik, beradab, dan maju.
Sekarang bukan saatnya lagi larut dalam sanjungan dan pujian. Sekarang bukan saatnya lagi untuk mengumbar janji. Masyarakat Jakarta menunggu kinerja nyata gubernur barunya. Begitu besar ekspektasi publik.
Bukan hal mudah untuk memimpin Jakarta yang masyarakatnya sangat plural. Sangat banyak masalah yang ada di ibu kota negara ini. Banjir, kemacetan, kemiskinan, kriminalitas, masalah birokrasi, pelayanan publik, korupsi, dan masih banyak lagi.
Masalah-masalah di atas sudah menjadi momok warga Jakarta, dan selama ini tidak pernah bisa ditangani secara baik. Karena itu, warga Jakarta sangat menunggu aksi nyata Jokowi.
Masyarakat Jakarta menunggu apa gebrakan ataupun strategi Jokowi untuk menyulap Jakarta menjadi kota yang nyaman bagi penduduknya sendiri ataupun bagi para pendatang. Ingat bahwa Jakarta merupakan pintu Indonesia. Baik-buruk Jakarta sangat berpengaruh bagi citra Indonesia secara umum.
Kemenangan dan dukungan dari masyarakat jangan sampai disalahgunakan. Jokowi harus mampu membuktikan untuk bisa menjalankan amanah yang telah diberikan kepadanya bisa dilakukan secara baik.
Jangan sampai di tengah jalan tergoda oleh godaan-godaan ataupun permainan kepentingan politik sesaat. Hal ini hanya bisa dilakukan dengan fokus dan bekerja keras. Jokowi hanya diusung oleh PDIP dan Gerindra yang bukan mayoritas di DPRD.
Tantangan politik ini harus diantisipasi oleh pemerintahan Jokowi. Sang Gubernur baru harus melakukan komunikasi politik yang baik dengan partai politik ataupun tokoh Jakarta untuk menghilangkan kesalahpahaman yang mungkin muncul agar program-programnya bisa terlaksana secara maksimal.
Koordinasi dengan wilayah sekitarnya wajib dilakukan pemerintah DKI secara intens dan berkelanjutan. Program-program pembangunannya juga harus disinergikan dengan wilayah-wilayah di sekitarnya. Hal ini penting karena wilayah sekitar juga berkontribusi atas masalah macet dan banjir yang terjadi di Jakarta.
Selain itu, karena wilayahnya di ibu kota negara, berbagai program yang dilakukan sering kali akan bersinggungan dengan pemerintah pusat. Hal ini kalau tidak di-manage dengan baik, akan menjadi kendala serius bagi program pembangunan Jakarta. Namun, jika mampu menyinergikan berbagai kepentingan kedua pihak, tantangan tersebut malah bisa menjadi kekuatan.
Tapi sekali lagi, tantangannya juga besar karena bukan hanya soal policy, melainkan juga menyangkut kepentingan para pejabat-pejabatnya di pemerintah pusat. Berbagai masalah Jakarta ini pasti bisa dipecahkan.
Bangkok, Thailand yang dulunya sangat macet, sekarang sudah bisa teratasi berkat keseriusan pemerintahnya. Kuncinya adalah kerja keras, keseriusan, dan keberanian untuk memajukan Jakarta.
Selama hal itu dilakukan, seluruh masyarakat Jakarta pasti akan memberikan dukungan. Jokowi harus mampu menjadi pemimpin dan pengayom bagi semua masyarakat Jakarta tanpa membedakan suku, kelompok, atau agamanya. Jakarta memang bukan Solo. Namun, keberhasilannya dalam memimpin Solo harus dijadikan inspirasi untuk memajukan Jakarta. Selamat bekerja Pak Jokowi!
Ingat, kemenangan menjadi gubernur DKI bukanlah sebuah akhir. Momentum ini merupakan awal bagi langkah Jokowi, bagaimana merealisasikan program-programnya dalam membangun Jakarta. Jakarta yang lebih baik, beradab, dan maju.
Sekarang bukan saatnya lagi larut dalam sanjungan dan pujian. Sekarang bukan saatnya lagi untuk mengumbar janji. Masyarakat Jakarta menunggu kinerja nyata gubernur barunya. Begitu besar ekspektasi publik.
Bukan hal mudah untuk memimpin Jakarta yang masyarakatnya sangat plural. Sangat banyak masalah yang ada di ibu kota negara ini. Banjir, kemacetan, kemiskinan, kriminalitas, masalah birokrasi, pelayanan publik, korupsi, dan masih banyak lagi.
Masalah-masalah di atas sudah menjadi momok warga Jakarta, dan selama ini tidak pernah bisa ditangani secara baik. Karena itu, warga Jakarta sangat menunggu aksi nyata Jokowi.
Masyarakat Jakarta menunggu apa gebrakan ataupun strategi Jokowi untuk menyulap Jakarta menjadi kota yang nyaman bagi penduduknya sendiri ataupun bagi para pendatang. Ingat bahwa Jakarta merupakan pintu Indonesia. Baik-buruk Jakarta sangat berpengaruh bagi citra Indonesia secara umum.
Kemenangan dan dukungan dari masyarakat jangan sampai disalahgunakan. Jokowi harus mampu membuktikan untuk bisa menjalankan amanah yang telah diberikan kepadanya bisa dilakukan secara baik.
Jangan sampai di tengah jalan tergoda oleh godaan-godaan ataupun permainan kepentingan politik sesaat. Hal ini hanya bisa dilakukan dengan fokus dan bekerja keras. Jokowi hanya diusung oleh PDIP dan Gerindra yang bukan mayoritas di DPRD.
Tantangan politik ini harus diantisipasi oleh pemerintahan Jokowi. Sang Gubernur baru harus melakukan komunikasi politik yang baik dengan partai politik ataupun tokoh Jakarta untuk menghilangkan kesalahpahaman yang mungkin muncul agar program-programnya bisa terlaksana secara maksimal.
Koordinasi dengan wilayah sekitarnya wajib dilakukan pemerintah DKI secara intens dan berkelanjutan. Program-program pembangunannya juga harus disinergikan dengan wilayah-wilayah di sekitarnya. Hal ini penting karena wilayah sekitar juga berkontribusi atas masalah macet dan banjir yang terjadi di Jakarta.
Selain itu, karena wilayahnya di ibu kota negara, berbagai program yang dilakukan sering kali akan bersinggungan dengan pemerintah pusat. Hal ini kalau tidak di-manage dengan baik, akan menjadi kendala serius bagi program pembangunan Jakarta. Namun, jika mampu menyinergikan berbagai kepentingan kedua pihak, tantangan tersebut malah bisa menjadi kekuatan.
Tapi sekali lagi, tantangannya juga besar karena bukan hanya soal policy, melainkan juga menyangkut kepentingan para pejabat-pejabatnya di pemerintah pusat. Berbagai masalah Jakarta ini pasti bisa dipecahkan.
Bangkok, Thailand yang dulunya sangat macet, sekarang sudah bisa teratasi berkat keseriusan pemerintahnya. Kuncinya adalah kerja keras, keseriusan, dan keberanian untuk memajukan Jakarta.
Selama hal itu dilakukan, seluruh masyarakat Jakarta pasti akan memberikan dukungan. Jokowi harus mampu menjadi pemimpin dan pengayom bagi semua masyarakat Jakarta tanpa membedakan suku, kelompok, atau agamanya. Jakarta memang bukan Solo. Namun, keberhasilannya dalam memimpin Solo harus dijadikan inspirasi untuk memajukan Jakarta. Selamat bekerja Pak Jokowi!
(lil)