KPK investasi antikorupsi, beda dengan nangkap koruptor

Senin, 15 Oktober 2012 - 08:31 WIB
KPK investasi antikorupsi,...
KPK investasi antikorupsi, beda dengan nangkap koruptor
A A A
Sindonews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak hanya memberantas korupsi lewat jalur hukum, tetapi juga lewat jalur pendidikan. Bedanya, perang terhadap korupsi di jalur pendidikan tidak riuh seperti di jalur hukum yang meliputi penangkapan hingga menjebloskan ke penjara.

Pejabat Fungsional Bidang Pencegahan KPK Dani Rustandi menyatakan, selain melakukan pemberantasan langsung terhadap tindak pidana korupsi, KPK juga melakukan tindak pencegahan. Salah satunya lewat edukasi kepada masyarakat dimulai dari institusi terkecil yakni keluarga, hingga sekolah formal tingkat SD/SMP/SMA dan perguruan tinggi.

Pemberantasan korupsi lewat jalur pendidikan ini lebih pada penanaman budaya anti korupsi. Ini dilakukan KPK sejak 2010, di mana KPK bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan. Saat itu pendidikan antikorupsi dicanangkan oleh Menteri Pendidikan Bambang Sudibyo.

"Untuk SD/SMP/SMA kita punya program pendidikan antikorupsi lewat Kementerian Pendidikan. Sekarang dalam tahap implementasi," kata Dani saat ditemui wartawan, Senin 15/10/2012).

Selain itu, KPK juga sudah menerbitkan modul pendidikan antikorupsi untuk tingkat SD/SMP/SMA hingga perguruan tinggi. Dengan didorongnya pendidikan antikorupsi, maka semua tingkat sekolah dari SD hingga perguruan tinggi harus mengimplementasikannya supaya program bisa jalan.

"Jadi bolanya ada di Kementerian Pendidikan bukan di KPK lagi. Kita sudah mendorong,” ujarnya.

Target dari penerapan pendidikan antikorupsi adalah mengembangkan budaya anti korupsi. Budaya kejujuran dan tanggung jawab yang bermental antikorupsi harus menjadi budaya baru masyarakat.

"Sekarang korupsi sudah bisa dikatakan membudaya walaupun korupsi bukan budaya. Nah kita berusaha bagaimana membalikan keadaan korupsi yang sudah membudaya itu dengan budaya antikorupsi," tandasnya.

Penanaman budaya antikorupsi juga dilakukan KPK secara informal. Caranya dengan merangkul berbagai komunitas atau organisasi pemberdayaan masyarakat, khususnya pegiat antikorupsi. Contohnya lewat sosialisasi antikorupsi dengan cara-cara yang mudah diterima masyarakat seperti yang dilakukan Komunitas Orang Pinggiran Bandung yang baru-baru ini menggelar musikalisasi puisi antikorupsi.

Disinggung sejauh mana efektivitas program pencegahan korupsi yang dilakukan KPK, Dani menegaskan hal itu tidak bisa langsung diukur. Sebab, pendidikan antikorupsi merupakan invetasi jangka panjang.

"Beda dengan nangkap orang, kan hari ini ditangkap kelihatan hasilnya. Kalau pendidikan jangka panjang kita ngukurnya mungkin setelah satu generasi ke depan. Jadi efektif atau engganya, kami engga bicarakan itu, tapi apa yang bisa kami lakukan untuk pencegahan korupsi ya kami akan lakukan," tegasnya.
(mhd)
Berita Terkait
Puji Firli dkk Tangkap...
Puji Firli dkk Tangkap 8 Kepala Daerah Sepanjang 2022, Pengamat: Bakal Lebih Kencang Jelang Pemilu
Soal Integritas KPK
Soal Integritas KPK
Kinerja KPK Mundur?
Kinerja KPK Mundur?
SENGKARUT KASUS BLBI
SENGKARUT KASUS BLBI
Menimbang Remunerasi...
Menimbang Remunerasi dan Kinerja KPK
Menko Luhut Kritik OTT...
Menko Luhut Kritik OTT KPK, Begini Faktanya
Berita Terkini
Eks Jubir KPK Febri...
Eks Jubir KPK Febri Diansyah Resmi Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK: Gak Pakai Rompi Ye!
Breaking News! Febrie...
Breaking News! Febrie Adriansyah Ditahan Kejagung
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Selesai Diperiksa, 2 Mobil Tahanan Siaga di Kejagung
Pemeriksaan Febrie Adriansyah...
Pemeriksaan Febrie Adriansyah di Kejagung, Eks Penyidik KPK: Penahanan Penting agar Penyidikan Tak Diintervensi
Kritisi Rapat Pleno...
Kritisi Rapat Pleno IX AMPI, Wasekjen Leriadi: Produknya Cacat Hukum
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved