Parpol nilai KPU terlalu teknis

Minggu, 14 Oktober 2012 - 06:04 WIB
Parpol nilai KPU terlalu...
Parpol nilai KPU terlalu teknis
A A A
Sindonews.com - Dalam proses verifikasi Partai Politik (Parpol) yang menerapkan sistem Informasi Partai Politik (SIPOL), sejumlah parpol menilai Komisi Pemilihan Umum (KPU) terlalu teknis.

Sekjen Partai Nasional Demokrat (NasDem) Ahmad Rofiq mengatakan KPU seharusnya memahami substansi persyaratan verifikasi partai yang diatur dalam Undang-Undang. Sehingga, apapun yang disajikan partai, asal tidak melanggar aturan UU harus diterima.

KPU menurutnya terlalu banyak mempersoalkan hal-hal yang sangat teknis. Misalnya, nomer SK harus dikoreksi karena tidak menggunakan tulisan angka dalam huruf Romawi.

"NasDem sering ke KPU. Ingin sama-sama cari pencerahan, SIPOL ini spiritnya oke, keterbukaan agar masyarakat bisa akses, sayangnya penerapannya terlalu kaku," ujarnya, Sabtu 13 Oktober 2012 malam.

Sementara itu, Ketua Tim Verifikasi Partai Amanat Nasional (PAN) Putrajaya Husein mengeluhkan adanya ketidakcermatan tim verifikator. Dia mengingatkan sebaik apapun sistem yang dibangun, masih membuka peluang terjadinya kesalahan.

"Harus ada backup system. Misalnya kalau SIPOL gagal pakai manual," ujarnya.
(ysw)
Berita Terkait
Pemerintah Belum Tuntaskan...
Pemerintah Belum Tuntaskan Hak 2.747 Penyelenggara Pemilu 2014
Kebocoran Data Pemilih...
Kebocoran Data Pemilih Pemilu 2014, Ini Kata KPU DIY
Capaian Partai Gerindra...
Capaian Partai Gerindra di Pemilu 2009, 2014, dan 2019
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Bayar Uang Penghargaan Penyelenggara Pemilu 2014
Peretas Diduga Bobol...
Peretas Diduga Bobol Data Pemilih Pemilu 2014 Melalui KPU
Data Pemilih Pemilu...
Data Pemilih Pemilu 2014 Diduga Dibobol, Termasuk DPT Bantul
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
Terlalu Banyak Tekanan,...
Terlalu Banyak Tekanan, 500 Perwira Israel Mengundurkan Diri
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved