Ada celah aparatur negara berbuat curang
Kamis, 11 Oktober 2012 - 11:17 WIB
Ada celah aparatur negara berbuat curang
A
A
A
Sindonews.com - Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) mensinyalir setidaknya ada tiga sub sistem yang menjadi celah terjadinya kecurangan dan juga pelanggaran para aparatur negara.
Wakil Menpan RB Eko Prasojo menerangkan, celah perbuatan curang yang dilakukan aparatur negara terkait dengan sistem poltik, birokrasi, dan penegakan hukum.
“Tiga sub sistem inilah yang memungkinkan terjadinya kecurangan secara sistematis,“ kata Eko dalam acara seminar nasional di Hotel Century, Jakarta, Kamis 11/10/2012
Menurut Eko, pihaknya tengah mencari jalan keluar agar sub sistem bisa berjalan dengan baik. Pasalnya, saat ini yang menjadi lawan mereka dalam reformasi birokrasi adalah bukan secara individual, melainkan kepada tiga sub sistem yang sudah menjadi penyakit kronis tersebut.
“Penyakitnya bersifat sistemik. Individu yang masuk sistem pun pasti akan tertular mengikuti sistemik tersebut,“ jelasnya.
Menurut Eko, sulit jika individu tersebut ingin mandiri dan berbuat lurus karena tekanan penyakit sistem tersebut. "Bisa jadi individual ini menjadi pesakitan yang bingung antara mengikuti ataupun tidak mengikuti," terangnya.
Pilihan ketiga mereka harus bisa keluar dari sistem tersebut karena menolak ikut dalam penyakit sistem. “Penyakit ini sulit dipecahkan karena ada interaksi antara sub sistem dengan yang lainnya,“ pungkasnya.
Wakil Menpan RB Eko Prasojo menerangkan, celah perbuatan curang yang dilakukan aparatur negara terkait dengan sistem poltik, birokrasi, dan penegakan hukum.
“Tiga sub sistem inilah yang memungkinkan terjadinya kecurangan secara sistematis,“ kata Eko dalam acara seminar nasional di Hotel Century, Jakarta, Kamis 11/10/2012
Menurut Eko, pihaknya tengah mencari jalan keluar agar sub sistem bisa berjalan dengan baik. Pasalnya, saat ini yang menjadi lawan mereka dalam reformasi birokrasi adalah bukan secara individual, melainkan kepada tiga sub sistem yang sudah menjadi penyakit kronis tersebut.
“Penyakitnya bersifat sistemik. Individu yang masuk sistem pun pasti akan tertular mengikuti sistemik tersebut,“ jelasnya.
Menurut Eko, sulit jika individu tersebut ingin mandiri dan berbuat lurus karena tekanan penyakit sistem tersebut. "Bisa jadi individual ini menjadi pesakitan yang bingung antara mengikuti ataupun tidak mengikuti," terangnya.
Pilihan ketiga mereka harus bisa keluar dari sistem tersebut karena menolak ikut dalam penyakit sistem. “Penyakit ini sulit dipecahkan karena ada interaksi antara sub sistem dengan yang lainnya,“ pungkasnya.
(ysw)