SBY: Polemik KPK-Polri tidak sehat
Senin, 08 Oktober 2012 - 20:49 WIB
SBY: Polemik KPK-Polri tidak sehat
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan bahwa kisruh yang terjadi antara Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak lagi sehat.
SBY dalam pidatonya menyebut, apa yang terjadi antara kedua lembaga tersebut saat ini tak jauh berbeda dengan yang pernah terjadi antara KPK dengan Polri. Yakni saat mantan Kabareskrim Susno Duadji berpolemik dengan mantan Wakil Ketua KPK Bibit Samad Riyanto, dan Chandra Hamzah.
"Kita masih ingat, dulu ada perselisihan antara KPK dan Polri ketika ada perbedaan pendapat menyangkut Susno Duadji, Bibit, dan Chandra. Kalau kita simak situasinya, yang berkembang saat ini ke arah yang tidak sehat," kata Presiden SBY di istana Negara, Jakarta, Senin (8/10/2012).
Lebih lanjut, SBY mengatakan bahwa yang terjadi antara KPK dan Polri saat ini adalah perbedaan pendapat, dan perselisihan. Keduanya, sudah berupaya mengatasi perselisihan dengan menggunakan Undang-Undang dan MoU, meski belum menemukan kesepakatan yang bulat.
"Saya terus terang hati-hati jika harus memasuki wilayah KPK sedang bekerja, karena isunya sensitif. Nanti dikira presiden pengaruhi KPK," ujarnya.
Dia juga menegaskan, dirinya tidak tinggal diam saat puluhan polisi mendatangi Gedung KPK. Karena, sebelum insiden tersebut dirinya sudah memanggil Kapolri untuk penyelesaian polemik tersebut.
Selain itu, SBY juga menegaskan jika KPK tidak berada di bawah koordinasi presiden, sehingga dirinya tidak bisa masuk terlalu dalam pada persoalan itu. "KPK adalah lembaga independen. Calon pimpinan KPK juga diseleksi tim independen. Seolah-olah Polri dan KPK di bawah koordinasi presiden," tandasnya.
SBY dalam pidatonya menyebut, apa yang terjadi antara kedua lembaga tersebut saat ini tak jauh berbeda dengan yang pernah terjadi antara KPK dengan Polri. Yakni saat mantan Kabareskrim Susno Duadji berpolemik dengan mantan Wakil Ketua KPK Bibit Samad Riyanto, dan Chandra Hamzah.
"Kita masih ingat, dulu ada perselisihan antara KPK dan Polri ketika ada perbedaan pendapat menyangkut Susno Duadji, Bibit, dan Chandra. Kalau kita simak situasinya, yang berkembang saat ini ke arah yang tidak sehat," kata Presiden SBY di istana Negara, Jakarta, Senin (8/10/2012).
Lebih lanjut, SBY mengatakan bahwa yang terjadi antara KPK dan Polri saat ini adalah perbedaan pendapat, dan perselisihan. Keduanya, sudah berupaya mengatasi perselisihan dengan menggunakan Undang-Undang dan MoU, meski belum menemukan kesepakatan yang bulat.
"Saya terus terang hati-hati jika harus memasuki wilayah KPK sedang bekerja, karena isunya sensitif. Nanti dikira presiden pengaruhi KPK," ujarnya.
Dia juga menegaskan, dirinya tidak tinggal diam saat puluhan polisi mendatangi Gedung KPK. Karena, sebelum insiden tersebut dirinya sudah memanggil Kapolri untuk penyelesaian polemik tersebut.
Selain itu, SBY juga menegaskan jika KPK tidak berada di bawah koordinasi presiden, sehingga dirinya tidak bisa masuk terlalu dalam pada persoalan itu. "KPK adalah lembaga independen. Calon pimpinan KPK juga diseleksi tim independen. Seolah-olah Polri dan KPK di bawah koordinasi presiden," tandasnya.
(lil)