Ada mafia upah, buruh tak bisa hidup layak

Senin, 08 Oktober 2012 - 15:45 WIB
Ada mafia upah, buruh...
Ada mafia upah, buruh tak bisa hidup layak
A A A
Sindonews.com - Rendahnya upah yang diterima buruh, dapat dipastikan tidak akan mampu untuk membeli rumah pribadi dan hanya tinggal dari satu kontrakan ke kontrakan lain.

Hal ini disampaikan Presidium Majelis Pekerja Buruh Indonesi (MPBI) Muhammad Rusdi, dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi IX DPR RI dengan LKS Tripartit Nasional, unsur organisasi pengusaha, unsur serikat pekerja, pemerintah dan dewan pengupahan nasional, di Jakarta, Senin (8/10/2012).

"Tidak hanya itu dapat dipastikan buruh juga tidak pernah bisa mengantarkan anaknya mencapai jenjang perkuliahan, padahal tugas negara mencerdaskan kehidupan bangsa," keluhnya.

Rusdi mencontohkan, di daerah Cilacap upah buruh hanya mencapai Rp720 ribu, sebuah angka yang jauh dari kelayakan bila dibandingkan dengan kebutuhan hidup.

"Kami menduga ada mafia di balik tetap bertahannya kebijakan upah murah," ungkap Rusdi.

Lanjutnya, pada pelanggengan praktik-praktik pelanggaran outsourcing juga disinyalir terdapat mafia-mafia yang ikut bermain.

"Ada mafia direksi yang bermain, bekerja sama dengan dinas untuk mempermudah izin beropersinya perusahaan outsourcing," tandasnya.

Untuk itu, dengan rendahnya komitmen pemerintah dalam menyelesaikan persoalan perburuhan, maka dapat dipastikan negara telah gagal menunjukan perannya dalam melindungi kaum buruh.

"Negara telah gagal mensejahterakan buruh, untuk itu atas perjuangan yang telah kami lakukan, kami memberikan waktu sampai pertengahan Oktober bila masih tidak ada kejelasan sikap kami akan kembali melakukan mogok nasional dengan mengerahkan 10 juta buruh," pungkasnya.
(mhd)
Berita Terkait
Menaker Ungkap 3 Langkah...
Menaker Ungkap 3 Langkah Wujudkan Hasil Konferensi Perburuhan Dunia
Dapat Dukungan Nyapres,...
Dapat Dukungan Nyapres, Ganjar Ajak KSPSI Bahas Agenda Perburuhan
Kembali Potong Pajak...
Kembali Potong Pajak Impor, Inggris Kecualikan Pelanggar HAM dan Perburuhan
Jumhur Hidayat Janji...
Jumhur Hidayat Janji Peraturan Perburuhan Dirombak jika Anies-Muhaimin Menang Pilpres
KSPSI ATUC Kirim Delegasi...
KSPSI ATUC Kirim Delegasi ke Sidang Perburuhan Dunia ILC ke-114 di Jenewa
Berita Terkini
Dirjen Imigrasi Sebut...
Dirjen Imigrasi Sebut Pencekalan Febrie Adriansyah Masih Berlaku
Yusril Tegaskan Abdul...
Yusril Tegaskan Abdul Karim Bukan Ulama dan Aktivis Kemanusiaan Gaza
Soal Peluang Periksa...
Soal Peluang Periksa Nanik S Deyang di Kasus MBG, Kejagung: Minggu Ini Belum Ada Jadwal
Yusril Berkunjung ke...
Yusril Berkunjung ke MUI Malam Ini, Jelaskan Penangkapan WNA Palestina Abdul Karim Raeq Miqdad
KPK Panggil 4 Tersangka...
KPK Panggil 4 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Jatim
Pakar Minta Polisi Objektif...
Pakar Minta Polisi Objektif Usut Dugaan Penghinaan Terhadap Jurnalis
Infografis
Kapuspen TNI Tegaskan...
Kapuspen TNI Tegaskan Tak Ada Personel Datangi Polda Metro Jaya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved