Jemaah jangan panik soal virus
Senin, 08 Oktober 2012 - 12:17 WIB
Jemaah jangan panik soal virus
A
A
A
Sindonews.com - Adanya wabah virus yang diduga telah menyebar di Tanah Suci membuat para calon jemaah cemas. Menteri Agama Suryadharma Ali menegaskan, bahwa virus tersebut belum mewabah dan belum berbahaya.
"Tidak usah panik, karena informasi yang kami dapat itu bukan virus corona, bukan juga SARS, hanya virus yang menyerupai dua virus tersebut," ujar Suryadharma Ali kepada wartawan, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta (8/10/2012).
Menurut Suryadharma, virus tersebut tidak menulari antar manusia dan juga belum mewabah. Hanya saja baru ditemukan dan itupun hanya menyerupai virus-virus yang berbahaya.
Namun sampai saat ini Suryadharma belum mengetahui adanya pencegahan resiko dari virus-virus yang ada.
"Kami masih mengupayakan pencarian vaksin, untuk mengantisipasi mewabahnya virus tersebut," tambah Suryadharma.
Kasus pertama virus tersebut ditemukan di Arab Saudi. Korban berusia 60 tahun diduga meninggal dengan pneumonia.
Kasus kedua adalah warga negara Qatar berusia 49 tahun yang sakit setelah melakukan perjalanan ke Arab Saudi.
Keduanya menunjukkan diserang oleh corona virus. Virus ini sendiri memiliki gejala penyakit mirip SARS di Inggris.
"Tidak usah panik, karena informasi yang kami dapat itu bukan virus corona, bukan juga SARS, hanya virus yang menyerupai dua virus tersebut," ujar Suryadharma Ali kepada wartawan, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta (8/10/2012).
Menurut Suryadharma, virus tersebut tidak menulari antar manusia dan juga belum mewabah. Hanya saja baru ditemukan dan itupun hanya menyerupai virus-virus yang berbahaya.
Namun sampai saat ini Suryadharma belum mengetahui adanya pencegahan resiko dari virus-virus yang ada.
"Kami masih mengupayakan pencarian vaksin, untuk mengantisipasi mewabahnya virus tersebut," tambah Suryadharma.
Kasus pertama virus tersebut ditemukan di Arab Saudi. Korban berusia 60 tahun diduga meninggal dengan pneumonia.
Kasus kedua adalah warga negara Qatar berusia 49 tahun yang sakit setelah melakukan perjalanan ke Arab Saudi.
Keduanya menunjukkan diserang oleh corona virus. Virus ini sendiri memiliki gejala penyakit mirip SARS di Inggris.
(rsa)