Hajar Aswad jangan lagi telan korban
Senin, 08 Oktober 2012 - 12:12 WIB
Hajar Aswad jangan lagi telan korban
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Agama Suryadharma Ali mengharapkan korban jemaah yang meninggal karena mencium Hajar Aswad tidak terulang lagi.
"Hajar Aswad itu sunah, jangan memaksaan diri cium Hajar Aswad jika kondisi tidak memungkinkan. Terlebih orang lanjut usia dan punya penyakit berisiko tinggi," pesan Suryadharma ketika ditemui wartawan, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta (8/10/2012).
Antisipasi agar tidak lagi banyak memakan korban itu ia koordinasikan lewat masing-masing pemondokan. Namun Suryadharma meminta kerja sama agar jamaah menjaga ketertiban.
"Tergantung pada jemaahnya sendiri. Ada jemaah tidak tertib, salat sunah di tengah-tengah orang tawaf," ujarnya.
Sejauh ini sudah selesai sekiranya ada 111 ribu jemaah yang sudah berangkat dan masih tersisa 100 ribu orang lagi. Di datanya dari 111 ribu orang yang telah berangkat ada 10 orang yang wafat, satu di Mekah dan sembilan di Madinah.
"Pemondokan, katering, transportasi baik lokal dan madinah, petugas, dan medis, itu semua sudah siap," ungkapnya.
Ada penurunan persiapan pada pemondokan dikarenakan gedung di sekitar Masjidil Haram dibongkar dan tidak adanya listrik masuk.
"Namun kita masih berada di radius yang sudah ada di kebijakan, yaitu max radius 2.500 meter," ujar Suryadharma meyakinkan.
"Hajar Aswad itu sunah, jangan memaksaan diri cium Hajar Aswad jika kondisi tidak memungkinkan. Terlebih orang lanjut usia dan punya penyakit berisiko tinggi," pesan Suryadharma ketika ditemui wartawan, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta (8/10/2012).
Antisipasi agar tidak lagi banyak memakan korban itu ia koordinasikan lewat masing-masing pemondokan. Namun Suryadharma meminta kerja sama agar jamaah menjaga ketertiban.
"Tergantung pada jemaahnya sendiri. Ada jemaah tidak tertib, salat sunah di tengah-tengah orang tawaf," ujarnya.
Sejauh ini sudah selesai sekiranya ada 111 ribu jemaah yang sudah berangkat dan masih tersisa 100 ribu orang lagi. Di datanya dari 111 ribu orang yang telah berangkat ada 10 orang yang wafat, satu di Mekah dan sembilan di Madinah.
"Pemondokan, katering, transportasi baik lokal dan madinah, petugas, dan medis, itu semua sudah siap," ungkapnya.
Ada penurunan persiapan pada pemondokan dikarenakan gedung di sekitar Masjidil Haram dibongkar dan tidak adanya listrik masuk.
"Namun kita masih berada di radius yang sudah ada di kebijakan, yaitu max radius 2.500 meter," ujar Suryadharma meyakinkan.
(rsa)