24 jemaah haji sakit dievakuasi ke Makkah
Jum'at, 05 Oktober 2012 - 14:25 WIB
24 jemaah haji sakit dievakuasi ke Makkah
A
A
A
Sindonews.com - Calon Jamaah haji Indonesia, gelombang pertama terus menuju ke Makkah dari Madinah. Namun, sekitar 24 jemaah calon haji (Calhaj) baru dapat dievakuasi menuju Makkah setelah mendapat perawatan di biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPHI).
"Setelah kondisinya lebih stabil, 24 jemaah ini bisa dievakuasi ke Makkah," ujar Kasie Kesehatan Daker Madinah Tjetjep Ali Akbar, di Madinah, Saudi Arabia, Jumat (5/10/2012).
Tjetjep menjelaskan, 24 jemaah itu dibawa menuju Makkah dengan menggunakan armada ambulance secara bertahap. Mereka akan dibawa ke Makkah dengan didampingi oleh tim medis.
"Apalagi, kloter mereka juga sudah berangkat menuju Makkah," ujar Tjetjep.
Saat ini, Tjetjep menambahkan, pasien yang menginap di BPHI Madinah telah jauh berkurang. Menurut data terakhir BPHI Madinah, ada sekitar 25 orang yang masih menjalani rawat inap.
"Sebagian memang sudah kembali ke kloter, tapi ada juga para pasien yang baru masuk sekitar empat orang," tambahnya.
Sebagian besar jemaah yang mendapat perawatan adalah mereka yang rata-rata memiliki usia 50 tahun ke atas.
Para jemaah yang dirawat mengalami masalah penyakit yang hampir sama seperti diabetes mellitus dan pneumonia. Untuk penyakit yang lebih berat, BPHI akan langsung merujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi.
Sebelumnya, Kepala BPHI Madinah Dokter Septa Ekanita mengungkapkan, sebagian besar pasien yang menjalani rawat inap memang menderita penyakit bawaan dari Tanah Air.
Namun, ada pula pasien yang sakit saat berada di Madinah, di antaranya mengalami penyakit seperti batuk, pilek, dan kelelahan.
"Untuk itu, jamaah diimbau agar selalu menjaga kesehatan dengan memantau asupan gizi, beristirahat cukup, dan mengonsumsi vitamin," imbuhnya.
"Setelah kondisinya lebih stabil, 24 jemaah ini bisa dievakuasi ke Makkah," ujar Kasie Kesehatan Daker Madinah Tjetjep Ali Akbar, di Madinah, Saudi Arabia, Jumat (5/10/2012).
Tjetjep menjelaskan, 24 jemaah itu dibawa menuju Makkah dengan menggunakan armada ambulance secara bertahap. Mereka akan dibawa ke Makkah dengan didampingi oleh tim medis.
"Apalagi, kloter mereka juga sudah berangkat menuju Makkah," ujar Tjetjep.
Saat ini, Tjetjep menambahkan, pasien yang menginap di BPHI Madinah telah jauh berkurang. Menurut data terakhir BPHI Madinah, ada sekitar 25 orang yang masih menjalani rawat inap.
"Sebagian memang sudah kembali ke kloter, tapi ada juga para pasien yang baru masuk sekitar empat orang," tambahnya.
Sebagian besar jemaah yang mendapat perawatan adalah mereka yang rata-rata memiliki usia 50 tahun ke atas.
Para jemaah yang dirawat mengalami masalah penyakit yang hampir sama seperti diabetes mellitus dan pneumonia. Untuk penyakit yang lebih berat, BPHI akan langsung merujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi.
Sebelumnya, Kepala BPHI Madinah Dokter Septa Ekanita mengungkapkan, sebagian besar pasien yang menjalani rawat inap memang menderita penyakit bawaan dari Tanah Air.
Namun, ada pula pasien yang sakit saat berada di Madinah, di antaranya mengalami penyakit seperti batuk, pilek, dan kelelahan.
"Untuk itu, jamaah diimbau agar selalu menjaga kesehatan dengan memantau asupan gizi, beristirahat cukup, dan mengonsumsi vitamin," imbuhnya.
(mhd)