Mustahil PDIP dukung Prabowo di Pilpres
Selasa, 25 September 2012 - 16:01 WIB
Mustahil PDIP dukung Prabowo di Pilpres
A
A
A
Sindonews.com - Pernyataan Taufiq Kiemas yang mengaku kapok berkoalisi dengan Partai Gerindra mendapat dukungan dari organisasi sayap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Ketua Umum Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Masinton Pasaribu salah satu organisasi sayap PDIP menyatakan, mustahil bagi PDIP bersedia mengusung Prabowo Subianto sebagai capres di 2014 nanti.
Menurutnya, ada beberapa fakta yang mendasari kenapa PDIP tidak akan mendukung pencalonan Prabowo. Pertama, dari hasil survei yang dilakukan berbagai lembaga survei menunjukkan elektabilitas Partai Gerindra jauh di bawah PDIP.
“Selama ini kelaziman dalam politik Indonesia capres yang diusung oleh koalisi partai politik selalu berasal dari kader partai yang paling besar perolehan suara partainya dalam pemilu legislatif,” kata Masinton di Jakarta, Selasa (25/9/2012).
Kedua, lanjutnya, Prabowo Subianto adalah bagian dari masa lalu, bukan figur pemimpin alternatif masa depan. Popularitas yang dibangun oleh Prabowo basisnya adalah media pencitraan melalui iklan-iklan di media massa, bukan berbasis program yang konkret dapat dirasakan rakyat.
“Terbukti organisasi yang dipimpinnya seperti HKTI (tani) dan pedagang pasar tidak menampakkan keberpihakannya terhadap petani maupun pedagang kecil di pasar dan lain-lain. Bahkan organisasi HKTI yang memiliki dualisme kepengurusan,” ujarnya.
Ketiga, lanjut dia, rekam jejak Prabowo sebagai perwira tinggi yang dimintai pertanggung jawabannya atas pelanggaran HAM seperti penculikan aktivis pro demokrasi dan tragedi kerusuhan Mei 1998 juga pasti sulit diterima di internal PDIP.
“Demokrasi membuka ruang untuk siapapun berkontestasi. Namun kita juga berhak menutup ruang untuk orang-orang dari bagian masa lalu yang anti demokrasi,” tegasnya.
Ketua Umum Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Masinton Pasaribu salah satu organisasi sayap PDIP menyatakan, mustahil bagi PDIP bersedia mengusung Prabowo Subianto sebagai capres di 2014 nanti.
Menurutnya, ada beberapa fakta yang mendasari kenapa PDIP tidak akan mendukung pencalonan Prabowo. Pertama, dari hasil survei yang dilakukan berbagai lembaga survei menunjukkan elektabilitas Partai Gerindra jauh di bawah PDIP.
“Selama ini kelaziman dalam politik Indonesia capres yang diusung oleh koalisi partai politik selalu berasal dari kader partai yang paling besar perolehan suara partainya dalam pemilu legislatif,” kata Masinton di Jakarta, Selasa (25/9/2012).
Kedua, lanjutnya, Prabowo Subianto adalah bagian dari masa lalu, bukan figur pemimpin alternatif masa depan. Popularitas yang dibangun oleh Prabowo basisnya adalah media pencitraan melalui iklan-iklan di media massa, bukan berbasis program yang konkret dapat dirasakan rakyat.
“Terbukti organisasi yang dipimpinnya seperti HKTI (tani) dan pedagang pasar tidak menampakkan keberpihakannya terhadap petani maupun pedagang kecil di pasar dan lain-lain. Bahkan organisasi HKTI yang memiliki dualisme kepengurusan,” ujarnya.
Ketiga, lanjut dia, rekam jejak Prabowo sebagai perwira tinggi yang dimintai pertanggung jawabannya atas pelanggaran HAM seperti penculikan aktivis pro demokrasi dan tragedi kerusuhan Mei 1998 juga pasti sulit diterima di internal PDIP.
“Demokrasi membuka ruang untuk siapapun berkontestasi. Namun kita juga berhak menutup ruang untuk orang-orang dari bagian masa lalu yang anti demokrasi,” tegasnya.
(lns)