Timwas Century DPR meradang

Senin, 24 September 2012 - 17:19 WIB
Timwas Century DPR meradang
Timwas Century DPR meradang
A A A
Sindonews.com - Kasus Bailout Bank Century memasuki babak baru setelah Sekretaris Kabinet Dipo Alam menyerahkan rekaman rapat pada 9 Oktober 2008 kepada KPK seperti menantang DPR. Bahkan sejumlah anggota legislatif sempat tersinggung dengan sindiran Dipo yang menegaskan bahwa DPR bukan lembaga hukum.

Pernyataan Dipo ini langsung menuai kecaman dari sejumlah anggota dewan yangn masuk anggota Tim Pengawas (Timwas) Century.

Anggota Timwas Century DPR Akbar Faizal menilai, pernyataan Sekretaris Kabinet Dipo Alam terlalu berlebihan. Sebagai seseorang yang dekat dengan Presiden, Dipo bahkan tidak memahami apa itu DPR.

"Lembaga ini adalah representasi dari negara dan negara itu adalah rakyat. Maka ketika DPR meminta rekaman itu berarti rakyat yang meminta. Sikap Dipo Alam ini sama saja dengan melecehkan rakyat Indonesia. Saya akan mempersoalkan hal ini," kata Faizal saat dihubungi SINDO di Jakarta, Senin (24/9/12) sore.

Politisi Partai Hanura ini menegaskan, penyerahan rekaman itu menunjukkan pemerintah dengan sengaja mengacuhkan peran DPR. "Iya seharusnya (diserahkan) kepada DPR. Yang minta DPR kok. Malah diberikan kepada lembaga yang tidak meminta? Aneh," tandasnya.

Anggota Timwas Century DPR lainnya, Bambang Soesatyo menilai, pemberian rekaman rapat Century ke KPK oleh Dipo Alam dengan alasan DPR bukan penegak hukum dan lembaga pengadilan merefleksikan sikap tidak kooperatif seorang pejabat tinggi negara terhadap DPR.

"Saya tidak mengerti mengapa sejumlah pembantu presiden cenderung konfrontatif terhadap DPR. Mereka memang harus melayani presiden, tetapi perilaku mereka tidak boleh merusak tatanan," kata Bambang saat dihubungi harian SINDO di Jakarta Senin, (24/9/12) sore.

Menurutnya, semua orang juga mengetahui DPR per institusi memang bukan lembaga penegak hukum. Namun, dalam konteks fungsi dan tugas pengawasan, satuan-satuan kerja DPR berhak mencari dan mengumpulkan bukti-bukti.

"Mungkin, Dipo Alam punya persepsi lain tentang fungsi dan tugas DPR. Dia barangkali juga tidak mengikuti rangkaian proses kerja Panitia Khusus DPR untuk skandal Bank Century," ungkapnya.

Dia berpandangan, sudah jelas pihak yang pertama kali meminta Rekaman rapat 9 Oktober 2008 itu adalah Tim Pengawas DPR untuk proses Hukum Skandal Bank Century.

"Jadi, kalau dia (Dipo) tidak mengerti, lebih baik bertanya saja. Sama sekali bukan persoalan kalau dia tidak mau menyerahkan ke Timwas DPR untuk proses hukum skandal Bank Century. Kami bisa mendapatkannya dari KPK. Namun, sikap Dipo seperti itu harus dikritik. Sikap tersebut menunjukan yang bersangkutan tidak paham konstitusi," tegasnya.
(ysw)
Berita Terkait
Eks Deputi Gubernur...
Eks Deputi Gubernur BI Budi Mulya Ajukan Peninjauan Kembali ke MA
Batalkan Putusan PK...
Batalkan Putusan PK Pertama, MA Bebaskan Terpidana Bank Century
International Budget...
International Budget Partnership: Perpu Covid-19 Untuk Kepentingan Elit Ekonomi dan Politik
Mau Punya Mobil Seperti...
Mau Punya Mobil Seperti CEO Toyota? Siap-Siap, Century GRMN SUV Segera Meluncur!
Fahri Sindir Proyek...
Fahri Sindir Proyek Kereta Cepat: Presiden Nyaris Disalahkan karena Talangi Bank Rugi
3 Film yang Memiliki...
3 Film yang Memiliki Alur Cerita Mirip 20th Century Girl, Kisah Cinta Pertama Berakhir Nyesek
Berita Terkini
Kawal Anggaran Negara,...
Kawal Anggaran Negara, Pengamat Dukung Kejagung Usut Tuntas BGN hingga ke Daerah
KPK: Silmy Karim Kantongi...
KPK: Silmy Karim Kantongi Rp100 Juta per Pekan dari Pemerasan Izin Tinggal WNA
Nanik S Deyang Ungkap...
Nanik S Deyang Ungkap Mayjen Trenggono Segera Mundur dari TNI usai Jadi Wakil Kepala BGN
Tutup P3N 27, Gubernur...
Tutup P3N 27, Gubernur Lemhannas Tegaskan Pemimpin Nasional Harus Berintegritas, Adaptif, dan Visioner
Jejak Uang Rp366,7 Miliar...
Jejak Uang Rp366,7 Miliar ke Pegawai Imipas Bongkar Dugaan Pemerasan oleh Silmy Karim
Kejagung Tak Sita Motor...
Kejagung Tak Sita Motor Listrik Kasus Dugaan Korupsi di Badan Gizi Nasional, Ini Alasannya
Infografis
Profil Rahayu Saraswati,...
Profil Rahayu Saraswati, Keponakan Prabowo yang Mundur dari DPR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved