Integritas anggota Bawaslu Provinsi diragukan
Jum'at, 21 September 2012 - 19:02 WIB
Integritas anggota Bawaslu Provinsi diragukan
A
A
A
Sindonews.com - Sejumlah pihak meragukan kapasitas anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi yang baru saja dilantik untuk mengawasi proses pelaksanaan pemilu.
Koordinator Komite Pemilih Indonesia (TePI) Jeirry Sumampouw mengatakan, dirinya sangat meragukan kapasitas anggota Bawaslu Provinsi yang baru saja dilantik. Hal yang perlu dikhawatirkan adalah integritas para pengawas pelaksanaan pemilu di daerah tersebut.
"Dari sejumlah nama yang dilantik ini, saya enggak yakin mereka adalah orang-orang yang terbaik di daerah. Apalagi kalau dilihat dari sisi integritas sebagai penyelenggara pemilu, kelihatannya tak memenuhi kriteria itu," katanya di sela-sela pelantikan anggota Bawaslu Provinsi, di Jakarta, Jumat (21/9/2012).
Dia mengungkapkan, banyak calon anggota Bawaslu Provinsi dengan kriteria terbaik yang tidak diloloskan oleh Bawaslu pusat. "Contohnya, proses seleksi yang dilakukan terhadap komisioner Bawaslu di Sulawesi Utara, dan Jawa Tengah," ujarnya.
Menurutnya, Bawaslu memilih Teguh Purnomo yang merupakan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah sebagai anggota Bawaslu Jawa Tengah. Padahal, Teguh Purnomo baru saja dilantik sebagai anggota KPU Jawa Tengah sebagai pengganti antar waktu (PAW) Ida Budhiati yang terpilih sebagai anggota KPU pusat.
Secara terpisah, Ketua Bawaslu Muhammad mengatakan, proses pemilihan anggota Bawaslu provinsi yang dilakukannya 100 persen terbebas dari politik uang. Seluruh anggota Bawaslu provinsi yang terpilih menurutnya, merupakan para calon yang dipilih secara mufakat, tanpa voting.
Koordinator Komite Pemilih Indonesia (TePI) Jeirry Sumampouw mengatakan, dirinya sangat meragukan kapasitas anggota Bawaslu Provinsi yang baru saja dilantik. Hal yang perlu dikhawatirkan adalah integritas para pengawas pelaksanaan pemilu di daerah tersebut.
"Dari sejumlah nama yang dilantik ini, saya enggak yakin mereka adalah orang-orang yang terbaik di daerah. Apalagi kalau dilihat dari sisi integritas sebagai penyelenggara pemilu, kelihatannya tak memenuhi kriteria itu," katanya di sela-sela pelantikan anggota Bawaslu Provinsi, di Jakarta, Jumat (21/9/2012).
Dia mengungkapkan, banyak calon anggota Bawaslu Provinsi dengan kriteria terbaik yang tidak diloloskan oleh Bawaslu pusat. "Contohnya, proses seleksi yang dilakukan terhadap komisioner Bawaslu di Sulawesi Utara, dan Jawa Tengah," ujarnya.
Menurutnya, Bawaslu memilih Teguh Purnomo yang merupakan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah sebagai anggota Bawaslu Jawa Tengah. Padahal, Teguh Purnomo baru saja dilantik sebagai anggota KPU Jawa Tengah sebagai pengganti antar waktu (PAW) Ida Budhiati yang terpilih sebagai anggota KPU pusat.
Secara terpisah, Ketua Bawaslu Muhammad mengatakan, proses pemilihan anggota Bawaslu provinsi yang dilakukannya 100 persen terbebas dari politik uang. Seluruh anggota Bawaslu provinsi yang terpilih menurutnya, merupakan para calon yang dipilih secara mufakat, tanpa voting.
(lil)