50 persen jemaah haji berisiko tinggi
Jum'at, 21 September 2012 - 15:14 WIB
50 persen jemaah haji berisiko tinggi
A
A
A
Sindonews.com - Sekira 30 persen jemaah calon haji Indonesia yang menunaikan ibadah haji di Tanah Suci Mekah tahun ini telah berumur di atas 60 tahun, dan sekira 50 persen jemaah calon haji masuk dalam kategori jemaah dengan risiko tinggi.
Direktur Jenderal Haji, dan Umroh Kementerian Agama Anggito Abimanyu mengatakan, risiko tinggi yang dimaksud pihaknya adalah risiko kesehatan terhadap para jemaah. Pasalnya, dari total 211.000 calon jemaah haji pada tahun ini, 50 persennya di antaranya masuk dalam kategori kesehatan berisiko tinggi.
"50 persen jemaah haji berdasarkan data Kementerian Kesehatan masuk dalam kategori kesehatan berisiko tinggi, yang 30 persen didominasi jamaah lanjut usia, dan sisanya jemaah haji yang memiliki kebiasaan makanan yang berbeda, serta sulit beradaptasi dengan suhu yang ada di Arab Saudi," katanya di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Jumat (21/9/2012).
Untuk itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak rumah sakit di Arab Saudi untuk mengantisipasi persoalan kesehatan para jamaah. Tak hanya itu, pihak Kementerian juga telah membangun posko, serta balai kesehatan bagi jemaah haji Indonesia yang mengalami gangguan kesehatan.
Direktur Jenderal Haji, dan Umroh Kementerian Agama Anggito Abimanyu mengatakan, risiko tinggi yang dimaksud pihaknya adalah risiko kesehatan terhadap para jemaah. Pasalnya, dari total 211.000 calon jemaah haji pada tahun ini, 50 persennya di antaranya masuk dalam kategori kesehatan berisiko tinggi.
"50 persen jemaah haji berdasarkan data Kementerian Kesehatan masuk dalam kategori kesehatan berisiko tinggi, yang 30 persen didominasi jamaah lanjut usia, dan sisanya jemaah haji yang memiliki kebiasaan makanan yang berbeda, serta sulit beradaptasi dengan suhu yang ada di Arab Saudi," katanya di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Jumat (21/9/2012).
Untuk itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak rumah sakit di Arab Saudi untuk mengantisipasi persoalan kesehatan para jamaah. Tak hanya itu, pihak Kementerian juga telah membangun posko, serta balai kesehatan bagi jemaah haji Indonesia yang mengalami gangguan kesehatan.
(lil)