Pengamat: Mulailah cari pengganti SBY
Kamis, 13 September 2012 - 19:50 WIB
Pengamat: Mulailah cari pengganti SBY
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak akan bisa digulingkan hanya dengan kritik keras terhadap kinerjanya. Untuk itu, perlu disiapkan sosok pengganti yang bisa menggantikan SBY sebagai presiden.
Direktur Eksekutif Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS) Sukardi Rinakit mengatakan, saat ini sudah harus dicari sosok yang tepat untuk menggantikan SBY sebagai presiden. Dengan begitu, upaya untuk menggulingkan pemerintahan SBY kan lebih efektif.
"Lupakan saja pemakzulan, lebih baik kita mencari tokoh baru untuk disiapkan pada 2014, kita fokuskan ke sana saja," katanya dalam diskusi di Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (13/9/2012).
Dia mencontohkan, gerakan bohong yang pernah dilakukan oleh tokoh lintas agama juga tidak membuahkan hasil, karena kekuatan itu tidak terbentuk secara masif. "Aktivis, militer, dan pengusaha tidak terbentuk. Jadi, ya sudahlah," ujarnya.
Menurutnya, wacana untuk memakzulkan SBY sudah tidak mungkin lagi untuk dilakukan. "Kita capek demo terus, tapi tidak ada hasilnya. Sekarang lebih baik diam saja," ungkapnya.
Meski demikian, dia juga menegaskan jika pemerintahan SBY-Boediono tidak lagi bisa terus didiamkan, tapi publik juga harus terus mengawasi agar pemerintahan bisa berjalan sesuai konstitusi.
"Pesan Buya (Syafii Maarif) pengawasan jangan sampai berhenti, paling tidak kita mengkritisi," tandasnya.
Direktur Eksekutif Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS) Sukardi Rinakit mengatakan, saat ini sudah harus dicari sosok yang tepat untuk menggantikan SBY sebagai presiden. Dengan begitu, upaya untuk menggulingkan pemerintahan SBY kan lebih efektif.
"Lupakan saja pemakzulan, lebih baik kita mencari tokoh baru untuk disiapkan pada 2014, kita fokuskan ke sana saja," katanya dalam diskusi di Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (13/9/2012).
Dia mencontohkan, gerakan bohong yang pernah dilakukan oleh tokoh lintas agama juga tidak membuahkan hasil, karena kekuatan itu tidak terbentuk secara masif. "Aktivis, militer, dan pengusaha tidak terbentuk. Jadi, ya sudahlah," ujarnya.
Menurutnya, wacana untuk memakzulkan SBY sudah tidak mungkin lagi untuk dilakukan. "Kita capek demo terus, tapi tidak ada hasilnya. Sekarang lebih baik diam saja," ungkapnya.
Meski demikian, dia juga menegaskan jika pemerintahan SBY-Boediono tidak lagi bisa terus didiamkan, tapi publik juga harus terus mengawasi agar pemerintahan bisa berjalan sesuai konstitusi.
"Pesan Buya (Syafii Maarif) pengawasan jangan sampai berhenti, paling tidak kita mengkritisi," tandasnya.
(lil)